Banten

Geger di Istanbul! Ketika Jilbab Dilempar ke Wajah Laki-Laki sebagai Protes Atas Penindasan Al-Aqsa

Abdurahman | 19 Maret 2026, 15:30 WIB
Geger di Istanbul! Ketika Jilbab Dilempar ke Wajah Laki-Laki sebagai Protes Atas Penindasan Al-Aqsa
Para Jemaah Wanita di Turki melemparkan jilbab ke Saf laki-laki, simbol protes terhadap memanasnya situasi di Palestina akibat penutupan total Masjidil Aqsa oleh otoritas Israel (Istimewa)

AKURAT BANTEN – Sebuah insiden luar biasa mengguncang pelataran masjid di Istanbul, Turki.

Di tengah memanasnya situasi di Palestina akibat penutupan total Masjidil Aqsa oleh otoritas Israel, para wanita Turki melakukan aksi yang tak terpikirkan sebelumnya: mereka melepaskan jilbab dan melemparkannya tepat ke arah saf laki-laki.

Aksi ini bukan sekadar luapan emosi biasa, melainkan sebuah protes simbolis paling tajam yang pernah terjadi dalam sejarah demonstrasi solidaritas Palestina di Turki.

Baca Juga: Malam Takbiran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Cek Jadwal, Potensi Perbedaan, dan Aturan Khusus Tahun Ini!

Pesan Menohok: "Ambil Jilbab Kami, Berikan Celana Kalian!"

Kejadian bermula saat ratusan warga berkumpul untuk mengecam tindakan sepihak Israel yang menyegel gerbang-gerbang suci Al-Aqsa.

Di tengah orasinya, kelompok muslimah ini mulai melakukan tindakan nekat. Mereka melemparkan kerudung dan jilbab mereka ke arah kerumunan pria yang sedang berdiri diam.

Dalam tradisi masyarakat setempat, tindakan ini mengandung pesan yang sangat menyakitkan bagi harga diri kaum pria:

"Jika kalian hanya bisa berdiri diam menyaksikan kesucian Al-Aqsa dinjak-injak, maka kalian tidak lebih berani dari wanita. Pakailah jilbab ini, dan berikan celana kalian kepada kami!"

Sontak, suasana yang tadinya tertib berubah menjadi riuh. Beberapa pria tampak tertunduk lesu, sementara yang lain tertegun menyaksikan keberanian para wanita tersebut.

Baca Juga: Ahli Fiqih yang Ditakuti CIA: Siapa Sebenarnya Esmaeil Khatib, Mata-Mata Kepercayaan Ali Khamenei?

Al-Aqsa di Titik Nadir: Mengapa Mereka Semarah Itu?

Kemarahan para wanita Turki ini bukan tanpa alasan. Kabar mengenai jamaah Palestina yang diusir, dipukuli, hingga dilarangnya kumandang azan di Al-Aqsa telah memicu luka lama.

Bagi rakyat Turki, Al-Aqsa adalah amanah sejarah yang tidak bisa ditawar.

Penutupan masjid suci tersebut dianggap sebagai penghinaan bagi miliaran umat Muslim.

Namun, bagi para demonstran wanita ini, yang lebih menghina adalah "diamnya" dunia luar dan ketidakberdayaan kaum laki-laki untuk melakukan tindakan nyata selain sekadar berteriak di jalanan.

Baca Juga: Guncang Dunia! AS Pasang Sayembara Rp170 Miliar untuk Kepala Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei Ternyata Sudah Diamankan ke Rusia

Viral di Media Sosial: "Tamparan Bagi Nurani yang Tidur"

Video detik-detik jilbab melayang ke arah saf laki-laki ini langsung menyerbu laman media sosial seperti TikTok dan X (Twitter).

Ribuan komentar membanjiri unggahan tersebut, menyebut aksi ini sebagai "tamparan keras bagi seluruh pemimpin negara Muslim."

"Ini adalah aksi protes paling berani yang pernah saya lihat. Mereka tidak sedang membuang kehormatan, mereka sedang melemparkannya kepada orang-orang yang kehilangan keberanian," tulis salah satu netizen yang viral.

Baca Juga: TERBONGKAR: 4 Prajurit TNI Tersangka, Usai Siram Air Keras Kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ini Motifnya?

Akankah Aksi Ini Menggerakkan Dunia?

Sejarah mencatat bahwa aksi-aksi simbolis yang menyentuh sisi psikologis seperti ini seringkali lebih efektif daripada ribuan pidato diplomatik.

Lemparan jilbab di Istanbul ini menjadi pengingat pahit bahwa ketika diplomasi menemui jalan buntu dan laki-laki memilih diam, para wanita akan berdiri di garis depan dengan cara mereka yang paling menyakitkan.

Kini, dunia sedang memperhatikan. Apakah "Geger Istanbul" ini akan menjadi percikan yang menyulut gelombang solidaritas yang lebih besar, ataukah jilbab-jilbab itu hanya akan menjadi kain yang berserakan di jalanan tanpa makna? (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman