Serangan AS-Israel Tewaskan Juru Bicara IRGC, Iran Ancam Balasan Keras!

AKURAT BANTEN - Konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Mohammad Naini, dilaporkan tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Informasi ini pertama kali disampaikan oleh media pemerintah Iran, Tasnim News Agency, pada Jumat (20/3/2026). Dalam laporannya, Naini yang menjabat sebagai juru bicara IRGC sejak 2024 disebut telah “gugur sebagai martir”.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis di situs Sepah News, IRGC mengonfirmasi bahwa Naini tewas dalam serangan yang mereka sebut sebagai aksi “teroris pengecut” oleh pihak Amerika dan Israel.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Intip Ramalan Zodiak Cek Keberuntungan Soal Hati dan Keuangan!
Pernyataan tersebut juga mempertegas sikap Iran yang semakin keras terhadap lawan-lawannya di tengah konflik yang terus berkembang.
Hingga saat ini, pihak Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.
Eskalasi Serangan di Berbagai Wilayah
Pada hari yang sama, situasi keamanan di kawasan semakin memburuk. Sebuah kilang minyak di Kuwait dilaporkan menjadi target serangan drone yang diduga diluncurkan Iran.
Sementara itu, sirene peringatan berbunyi di wilayah Israel sebagai tanda adanya ancaman serangan masuk.
Di ibu kota Iran, Teheran, ledakan terdengar di langit saat negara tersebut tengah merayakan Tahun Baru Persia. Serangan ini memperlihatkan bahwa konflik telah meluas ke berbagai titik strategis.
Dampak Global dan Pernyataan Pemimpin Iran
Perang yang kini memasuki pekan ketiga tersebut mulai memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi global, terutama sektor energi. Iran sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Baca Juga: Rayakan Idul Fitri 1447 H, Berikut Pesan Donald Trump untuk Umat Muslim Dunia
Dalam pernyataan yang jarang terjadi, Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa musuh-musuh Iran harus kehilangan rasa aman mereka.
Mojtaba Khamenei diketahui menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel pada awal konflik, tepatnya 28 Februari 2026.
Kematian juru bicara IRGC menjadi titik krusial dalam eskalasi konflik Iran dengan AS dan Israel. Dengan serangkaian serangan yang terus terjadi dan retorika keras dari para pemimpin, situasi di Timur Tengah diperkirakan masih akan terus memanas dalam waktu dekat. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









