Rayakan Lebaran di Tengah Perang, Presiden Iran: Kami Tidak Cari Konflik, Negara Muslim Adalah Saudara

AKURAT BANTEN - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat untuk berkonflik dengan negara-negara Muslim.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan resmi untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri sekaligus Nowruz, yang menandai tahun baru Iran pada 21 Maret.
Dalam pesannya, Pezeshkian menyoroti pentingnya persatuan di antara negara-negara Islam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan bahwa Iran memandang negara-negara Muslim sebagai saudara, sehingga konflik bukanlah pilihan.
Baca Juga: Remisi Lebaran Dibagikan, 537 Napi Lapas Serang Dapat Pengurangan Hukuman
“Tidak ada keinginan dari kami untuk berselisih dengan negara-negara Islam. Kami tidak mencari perang, melainkan persaudaraan dan kerja sama,” ujarnya.
Soroti Peran AS dan Israel dalam Ketegangan Kawasan
Pezeshkian juga menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang memperkeruh hubungan antara Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah.
Menurutnya, intervensi pihak asing justru memperburuk stabilitas kawasan dan memicu ketidakpercayaan antarnegara Muslim.
Baca Juga: Donald Trump Nyerah? AS Pertimbangkan Akhiri Perang Iran, Berikut Alasan Penghentian Operasi Militer
Ia menekankan bahwa Iran terbuka untuk dialog dan siap menyelesaikan berbagai persoalan dengan negara-negara tetangganya melalui jalur diplomasi.
Sebagai langkah konkret, Pezeshkian mengusulkan pembentukan sistem keamanan regional yang melibatkan negara-negara Muslim di Timur Tengah.
Gagasan ini bertujuan menciptakan stabilitas jangka panjang tanpa campur tangan pihak luar.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup bidang ekonomi, budaya, dan politik. Ia optimistis bahwa negara-negara di kawasan mampu mengelola kepentingan bersama secara mandiri.
Baca Juga: Rayakan Lebaran, Istana Negara Open House Siap Sambut 5.000 Pengunjung Usai Zuhur
“Kita tidak memerlukan kehadiran kekuatan asing. Negara-negara Muslim bisa membangun mekanisme bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” jelasnya.
Tegaskan Tidak Akan Kembangkan Senjata Nuklir
Dalam kesempatan yang sama, Pezeshkian kembali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki agenda untuk mengembangkan senjata nuklir. Ia merujuk pada fatwa pemimpin tertinggi Iran sebelumnya yang melarang penggunaan senjata pemusnah massal.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pejabat Iran yang memiliki kewenangan untuk mengarah pada pengembangan senjata tersebut. Menurutnya, tudingan yang selama ini beredar merupakan bagian dari propaganda untuk mendiskreditkan Iran di mata dunia internasional.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, yang menargetkan Teheran dan beberapa kota lainnya di Iran.
Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, termasuk tokoh penting militer dan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan rudal dan drone yang menyasar berbagai target strategis milik Israel serta aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Di tengah situasi yang memanas, Iran berupaya menampilkan diri sebagai pihak yang mengedepankan dialog dan stabilitas regional.
Baca Juga: Netanyahu Abaikan Larangan Trump di Perang Iran, Buat AS dan Israel Retak?
Pernyataan Pezeshkian menjadi sinyal bahwa Teheran ingin meredakan ketegangan sekaligus membangun kembali hubungan dengan negara-negara Muslim melalui kerja sama yang lebih erat dan mandiri.
Dengan pendekatan ini, Iran berharap dapat menciptakan kawasan Timur Tengah yang lebih damai tanpa dominasi kekuatan eksternal. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










