Banten

Israel Kacau! Rudal Iran Hantam Dimona dan Arad, Benjamin Netanyahu Janjikan Balasan Besar

Cristina Malonda | 23 Maret 2026, 12:38 WIB
Israel Kacau! Rudal Iran Hantam Dimona dan Arad, Benjamin Netanyahu Janjikan Balasan Besar
Israel Kacau! Rudal Iran Hantam Dimona dan Arad, Benjamin Netanyahu Janjikan Balasan Besar

AKURAT BANTEN - Konflik di Timur Tengah belum mereda dan semakin memanas setelah gelombang serangan rudal balistik dari Iran menghantam wilayah Israel.

Dalam salah satu serangan terbaru, rudal Iran menghantam dua kota di wilayah selatan, menyebabkan sekitar 175 warga harus mendapatkan perawatan medis.

Dua kota yang terdampak paling serius adalah Dimona dan Arad. Dimona diketahui sebagai lokasi yang diyakini menyimpan fasilitas nuklir Israel yang tidak diumumkan secara resmi.

Baca Juga: Lebaran Berujung Duka, Cucu Mpok Nori Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibunuh Mantan Suami

Salah satu rudal dilaporkan jatuh hanya sekitar lima kilometer dari fasilitas tersebut, memicu kekhawatiran akan eskalasi yang lebih besar.

Sementara itu, Arad mengalami kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan akibat hantaman rudal. Serangan ini memperlihatkan bahwa meskipun sistem pertahanan Israel efektif, ancaman tetap nyata dan berdampak luas terhadap warga sipil.

Pernyataan Israel dan Respons Pemerintah

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggambarkan situasi sebagai “malam yang sangat sulit” bagi negaranya.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera menuju tempat perlindungan setiap kali sirene peringatan berbunyi.

Baca Juga: Kebijakan Baru April 2026, Sekolah Online dan ASN WFA Diterapkan, Ini Alasan Sebenarnya

Dalam kunjungannya ke Arad, Netanyahu juga menegaskan komitmennya untuk terus menargetkan pihak Iran, termasuk Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang disebutnya sebagai ancaman utama.

"Kami akan mengejar IRGC (Garda Revolusi Iran), geng kriminal ini," kata Netanyahu.

"Kami akan mengejar mereka, para pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara pribadi," sambungnya.

Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa sejak konflik dimulai pada 28 Februari, total korban luka telah mencapai 4.564 orang.

Baca Juga: Prabowo Buka Suara, Isu Sumbangan Rp15 Triliun Dibantah, Fakta Aslinya Terungkap

Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 orang masih dirawat di rumah sakit, dengan beberapa di antaranya berada dalam kondisi serius hingga kritis.

Dalam 24 jam terakhir saja, ratusan korban baru dilaporkan akibat serangan lanjutan di wilayah selatan. Kondisi ini memperlihatkan tekanan besar terhadap sistem kesehatan dan layanan darurat di Israel.

Konflik ini bermula dari serangan gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian memicu balasan besar-besaran.

Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang di pihak Iran, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Baca Juga: Status Yaqut Cholil Qoumas Berubah Jadi Tahanan Rumah, KPK Ungkap Alasannya

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan drone dan rudal tidak hanya ke Israel, tetapi juga ke beberapa negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang dianggap memiliki keterkaitan dengan aset militer Amerika Serikat.

Eskalasi konflik ini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga memicu gangguan global. Infrastruktur rusak, korban jiwa meningkat, serta aktivitas ekonomi dan penerbangan internasional mengalami gangguan signifikan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.