Pecah Kongsi! Dokter Tifa dan Roy Suryo 'Kunci Barisan', Rismon Sianipar Kena Sindir Telak Soal Ijazah

AKURAT BANTEN – Peta perseteruan mengenai isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mendadak berubah drastis di penghujung Maret 2026.
Koalisi yang selama ini dikenal vokal, kini resmi retak. Dokter Tifa dan Roy Suryo memilih untuk "mengunci barisan" dan mengambil jarak tegas setelah rekan perjuangan mereka, Rismon Sianipar, melakukan manuver mengejutkan.
Baca Juga: Ejekan 'You’re Fired' Bergema di Teheran: Jawaban Menohok Iran yang Bikin Trump Malu di Mata Dunia
Manuver Rismon Sianipar: 'Balik Badan' di Tengah Jalan?
Ketegangan bermula ketika Rismon Sianipar, ahli digital yang sebelumnya gigih mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi, secara mengejutkan mengajukan Restorative Justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Rismon menyatakan permohonan maaf kepada keluarga Jokowi dan Gibran Rakabuming, seraya menyebut bahwa hasil penelitian terbarunya kini menunjukkan ijazah tersebut asli.
Perubahan sikap yang 180 derajat ini memicu kegaduhan di media sosial, terutama bagi mereka yang selama ini mengikuti perkembangan "Jokowi’s White Paper".
Sindiran Telak Dokter Tifa: 'Saya Tidak Menempuh Jalan Rendah'
Dokter Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa, tidak tinggal diam. Melalui pernyataan terbarunya, ia memberikan sindiran yang sangat tajam tanpa menyebut nama secara langsung, namun jelas dialamatkan kepada Rismon.
"Saya tetap pada pendirian. Kebenaran tidak bisa ditukar dengan kenyamanan sesaat," tulis Dokter Tifa. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil "jalan rendah" seperti yang dilakukan rekannya tersebut.
Di tengah suasana Ramadan 2026 ini, Dokter Tifa memilih untuk fokus beribadah namun tetap memberikan sinyal bahwa perjuangannya belum berakhir.
Baca Juga: Jepang Tak Mau Perang dan Pilih Diplomasi Total Hadapi Krisis Selat Hormuz di Iran
Roy Suryo Kunci Barisan: Sebut Ada 'Gangguan Sinyal'
Tak kalah pedas, pakar telematika Roy Suryo juga ikut "mengunci barisan" bersama Dokter Tifa.
Roy secara eksplisit menyentil perubahan sikap Rismon dengan istilah yang menggelitik. Ia menduga ada "faktor eksternal" yang sangat kuat di balik sikap kooperatif Rismon kepada pihak kepolisian.
Roy Suryo menekankan bahwa data ilmiah seharusnya konsisten. Jika sebuah data digital tiba-tiba berubah kesimpulannya tanpa ada temuan baru yang kredibel, maka ia menyebutnya sebagai "gangguan sinyal" yang bersifat politis daripada teknis.
Baca Juga: Siap Selat Hormuz Ditutup Total, Ancaman Trump Tidak Buat Iran Takut Sama Sekali
Publik Terbelah: Rekonsiliasi atau Pengkhianatan?
Kini, publik pun terbelah. Pendukung Rismon melihat ini sebagai langkah ksatria untuk mengakui kesalahan berdasarkan data terbaru.
Namun, di kubu Dokter Tifa dan Roy Suryo, langkah ini dianggap sebagai pelemahan terhadap barisan yang selama ini menuntut transparansi.
Perseteruan ini diprediksi akan semakin memanas, mengingat Roy Suryo dan Dokter Tifa tetap kokoh dengan temuan-temuan awal mereka, sementara Rismon kini berada di seberang jalan dengan status hukum yang lebih aman melalui jalur RJ. (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










