Rudal Iran Hantam Israel di Tengah Isu Negosiasi Trump, Benarkah Damai di Depan Mata?

AKURAT BANTEN - Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan rudal dan drone yang diluncurkan oleh Iran menghantam sejumlah wilayah di Israel, termasuk kota utama Tel Aviv. Serangan ini memicu kepanikan warga dan menyebabkan korban luka.
Mengutip laporan media lokal diketahui sedikitnya enam orang mengalami luka akibat serangan yang terjadi pada Selasa (24/3/2026).
Ledakan keras terdengar di kawasan Gush Dan, wilayah metropolitan di sekitar Tel Aviv, tak lama setelah sirene peringatan berbunyi.
Baca Juga: Libur Lebaran Penuh Makna: Pendidikan Keluarga Di Luar Ruang Kelas
Tak hanya Tel Aviv, sistem peringatan juga aktif di sejumlah wilayah lain, termasuk Dimona dan area selatan Israel. Bahkan, pecahan rudal dilaporkan jatuh di dua lokasi dekat Beersheba, menandakan luasnya jangkauan serangan.
Di saat bersamaan, militer Israel juga melancarkan serangan balasan ke wilayah Beirut yang diduga terkait dengan kelompok Hizbullah.
Di tengah eskalasi konflik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan upaya diplomatik dengan Iran.
Melalui pernyataan di platform Truth Social, Trump menyebut bahwa komunikasi antara kedua negara dalam dua hari terakhir berlangsung positif dan produktif, dengan fokus pada penghentian konflik secara menyeluruh di Timur Tengah.
Ia juga mengklaim telah memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari guna memberi ruang bagi proses negosiasi.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf. Ia menegaskan bahwa tidak ada negosiasi langsung yang dilakukan dengan Amerika Serikat.
Baca Juga: Terungkap! Obrolan Trump dan Netanyahu 48 Jam Sebelum Serangan Besar ke Iran
Qalibaf bahkan menyebut informasi tersebut sebagai upaya manipulasi yang bertujuan memengaruhi pasar keuangan dan harga minyak global.
Senada, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada dialog langsung antara kedua negara, meski komunikasi tidak langsung melalui pihak ketiga diakui memang terjadi.
Israel Tegaskan Operasi Militer Berlanjut
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer negaranya belum akan berhenti.
Ia memberi sinyal bahwa serangan lanjutan kemungkinan akan dilakukan sebagai respons atas aksi Iran.
“Masih ada lagi yang akan datang,” ujar Netanyahu, menandakan potensi eskalasi konflik yang lebih besar dalam waktu dekat. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










