Banten

Israel Skeptis Damai, Iran Beri 5 Syarat Keras ke AS Untuk Berhenti Perang

Cristina Malonda | 27 Maret 2026, 14:00 WIB
Israel Skeptis Damai, Iran Beri 5 Syarat Keras ke AS Untuk Berhenti Perang
Israel Skeptis Damai, Iran Beri 5 Syarat Keras ke AS Untuk Berhenti Perang (ilustrasi/Istimewa)

AKURAT BANTEN - Amerika Serikat (AS) dan Israel diduga mengalami keretakan, akibat perbedaan pendekatan dalam menghadapi Iran, khususnya terkait syarat-syarat damai yang diajukan Teheran.

Pemerintah Iran dikabarkan telah mengajukan sejumlah syarat penting sebagai dasar menuju kesepakatan damai dengan Washington.

Namun, proses ini diprediksi tidak akan berjalan mudah mengingat tingginya tensi politik dan militer di kawasan.

Baca Juga: Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: 20 Persen Tubuh Meleleh Akibat Kimia Asam Kuat, Akankah Kembali Normal?

Meskipun secara visi sama-sama tidak menginginkan Iran menjadi kekuatan nuklir, kedua negara sekutu ini berbeda pendapat mengenai cara dan tenggat waktu.

AS cenderung membuka jalur negosiasi, sementara Israel lebih memilih pendekatan agresif.

Lima Syarat Iran untuk Kesepakatan Damai

Dalam laporan media internasional, Iran disebut menyampaikan tuntutan tegas dalam pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat.

Syarat-syarat tersebut dinilai cukup berat dan berpotensi menjadi hambatan utama dalam negosiasi.

Baca Juga: 'Seumur Hidup Baru Kali Ini...' Tangis Haru Warga Bantaran Rel Senen Pecah Saat Presiden Prabowo Mendadak Datang

Berikut poin-poin utama yang diajukan Iran:

  • Jaminan konflik militer tidak dilanjutkan.

  • Kendali baru Iran atas Selat Hormuz.

  • Penutupan pangkalan militer AS di kawasan.

  • Kompensasi finansial atas kerusakan akibat perang.

  • Terlibatnya kelompok militer sekutu Iran dalam kesepakatan damai, yang kemungkinan mencakup penghentian invasi Israel ke Lebanon.

Langkah ini menunjukkan bahwa Iran menolak gencatan senjata yang disyaratkan oleh AS dan Israel, dan bersikeras hanya akan menghentikan perang sesuai syarat mereka sendiri.

Sebelumnya, Trump sempat menunda rencana serangan militer terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari. Keputusan ini diambil setelah ia mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam pembicaraan diplomatik.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Pria di Kubangan Limbah RPH Kapuk, Warga Dikejutkan Bau Menyengat

Di sisi lain, sikap Israel menunjukkan arah berbeda. Pemerintah Israel justru meningkatkan kesiapsiagaan militernya di tengah upaya damai yang sedang dirintis.

Terlebih setelah terjadi serangan drone dari Iran ke arah Israel dan pangkalan AS.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan operasi militer jika ancaman terhadap keamanan nasional masih ada.

Baca Juga: Emas Diprediksi Melonjak Tembus 6.000 Dolar AS, Ini Alasan di Baliknya

Hal ini memicu kekhawatiran akan semakin meluasnya konflik di Timur Tengah.

Perbedaan kepentingan yang tajam antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat jalan menuju perdamaian penuh menjadi sangat kompleks. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.