Harga Emas Melejit di Tengah Ketegangan Global, Investor Serbu Aset Safe Haven

AKURAT BANTEN - Harga emas kembali menunjukkan taringnya di penghujung pekan ini.
Kenaikan yang terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026, menjadi sinyal kuat bahwa logam mulia tersebut kembali diminati di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Para investor mulai menjauh dari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman seperti emas batangan dan dolar AS.
Lonjakan ini tidak lepas dari meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi geopolitik, khususnya terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketidakpastian dalam proses perundingan perdamaian, ditambah meningkatnya intensitas konflik, membuat pelaku pasar memilih untuk bermain aman.
Akibatnya, permintaan terhadap aset safe haven pun melonjak signifikan.
Memasuki Sabtu, 29 Maret 2026, harga emas spot tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,6 persen menjadi USD4.492,74 per ons.
Sementara itu, kontrak berjangka emas juga ikut terdongkrak, naik 2,5 persen ke level USD4.520,40 per ons.
Kenaikan ini memperkuat tren pemulihan harga emas setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup dalam.
Secara mingguan, harga emas spot diperkirakan mencatat kenaikan sekitar 0,4 persen.
Meski terlihat moderat, angka ini cukup berarti mengingat sebelumnya emas sempat mengalami performa mingguan terburuk dalam lebih dari 40 tahun terakhir.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan titik stabil setelah periode tekanan yang panjang.
Analis menilai, pergerakan harga emas saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik dan arah kebijakan ekonomi negara besar.
Baca Juga: TPP ASN Tangsel Disorot, Diduga Tak Proporsional Antar Kelas Jabatan
Selain itu, fluktuasi nilai dolar AS juga menjadi faktor penting yang ikut menentukan arah harga emas di pasar internasional.
Ketika dolar menguat, emas biasanya mengalami tekanan, namun dalam situasi krisis, keduanya bisa sama-sama menguat.
Tidak hanya faktor eksternal, permintaan fisik terhadap emas juga turut berperan.
Beberapa negara dengan tingkat konsumsi emas tinggi, seperti India dan China, mulai meningkatkan pembelian sebagai langkah lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga: Harga BBM Naik Lagi per 26 Maret 2026, Masyarakat Diminta Siap Hadapi Dampaknya
Hal ini turut memberikan dorongan tambahan bagi harga emas di pasar global.
Dengan situasi yang masih belum stabil, banyak pihak memperkirakan tren kenaikan emas berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.
Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global dan tidak terburu-buru mengambil keputusan, mengingat volatilitas pasar masih cukup tinggi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










