Banten

Data Bansos Harus Diperbarui, DPR Ingatkan Risiko Salah Sasaran hingga Dana Tidak Tersalurkan

Rahmawati Huda | 28 Maret 2026, 11:01 WIB
Data Bansos Harus Diperbarui, DPR Ingatkan Risiko Salah Sasaran hingga Dana Tidak Tersalurkan
Data Bansos Harus Diperbarui, DPR Ingatkan Risiko Salah Sasaran hingga Dana Tidak Tersalurkan / Freefik

AKURAT BANTEN - Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti pentingnya proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial (bansos) agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menekan daya beli masyarakat.

Selly Andriany Gantina menyampaikan bahwa bansos menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pendataan harus dilakukan secara cermat agar bantuan tidak menumpuk pada penerima yang sama atau bahkan tidak tersalurkan dengan optimal.

Ia juga mengingatkan bahwa proses verifikasi sebaiknya tidak dipisahkan dari penyaluran bansos.

Baca Juga: Terungkap Kondisi Andrie Yunus di RSCM Masih Kritis, Komnas HAM Beberkan Fakta Mengejutkan

Menurutnya, pemisahan tersebut berisiko menimbulkan ketidaktepatan sasaran hingga menghambat pencairan bantuan.

Selain itu, peran Kementerian Sosial dinilai perlu diperkuat, termasuk Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) serta pendamping di lapangan, agar memiliki kewenangan lebih dalam memastikan keakuratan data penerima.

Selly turut mendorong partisipasi masyarakat dalam memperbarui data penerima bansos agar prosesnya lebih transparan dan akuntabel.

Ia menegaskan, bantuan sosial tidak hanya soal penyaluran, tetapi juga memastikan bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di SPBU Swasta, Stok Vivo Menipis dan Shell Kehabisan Pasokan

Pemerintah sendiri terus menyalurkan bansos sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang ada.***


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.