Diserbu Wisatawan, Pantai Pandeglang Justru Tak Setor Retribusi ke Daerah

AKURAT BANTEN - Lonjakan ratusan ribu pengunjung di beberapa destinasi wisata pantai di Kabupaten Pandeglang pada momen libur Lebaran, tak berbanding lurus dengan pemasukan retribusi daerah.
Di balik ramainya kunjungan, pungutan kepada wisatawan justru lebih banyak mengalir ke pengelola swasta, bahkan kerap tanpa tiket resmi.
Kondisi ini diungkapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pandeglang yang menyebut mayoritas objek wisata pantai di wilayahnya tidak masuk dalam skema retribusi daerah, melainkan hanya dikenakan pajak.
Di tengah tingginya angka kunjungan selama libur Lebaran, situasi tersebut menjadi sorotan karena masih maraknya praktik pungutan liar (pungli) di lapangan yang tidak disertai karcis resmi.
Baca Juga: AS dan Iran Siap Rundingkan Kesepakatan Damai Minggu Ini, Tanda Akhir Perang Sudah Dekat?
Kepala Disbudpar Pandeglang, Rahmat Zultika, menjelaskan hal itu terjadi karena sebagian besar destinasi wisata pantai dikelola oleh pihak swasta maupun masyarakat, bukan oleh pemerintah daerah.
"Kalau milik Pemda itu retribusi. Tapi kalau dikelola swasta, itu bukan retribusi, melainkan pajak seperti pajak hotel, restoran, dan hiburan," ujar Rahmat, Kamis (26/3/2026).
Ia menyebut, dari ratusan destinasi wisata di Pandeglang, hanya dua objek yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah, yakni pemandian Cikoromoy dan Cisolong.
Baca Juga: Balik Nama Kendaraan Jadi Murah, Diskon Pajak Besar-Besaran Resmi Dibuka di Daerah Ini
"Yang dikelola Pemda hanya dua. Sisanya, termasuk kawasan pantai dari Carita sampai Sumur, mayoritas milik swasta atau masyarakat," katanya.
Dengan kondisi tersebut, pemasukan daerah dari sektor wisata pantai tidak berasal dari retribusi tiket masuk, melainkan dari pajak yang dipungut dari aktivitas usaha di dalam kawasan wisata.
"Kalau ada hotel, restoran, atau jasa hiburan, itu masuknya pajak. Bahkan parkir juga bisa masuk pajak. Tapi itu dikelola oleh dinas pendapatan, bukan kami," jelasnya.
Baca Juga: BBM Subsidi Dibatasi, Warga Malaysia Mulai Panik Kena Dampak Krisis Energi Global
Rahmat menegaskan, Disbudpar hanya berwenang mengelola retribusi dari destinasi wisata milik pemerintah daerah.
Sementara untuk objek wisata yang dikelola swasta, pemerintah lebih berperan dalam pembinaan dan pengawasan.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan wisata, khususnya terkait penarikan tarif kepada pengunjung.
Baca Juga: Indonesia Tak Ikuti Malaysia, Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Masih Aman, Ini Alasannya
"Yang kita tekankan adalah keterbukaan. Harus ada tiket resmi dan harga yang jelas, supaya wisatawan tahu apa yang mereka bayar," tegasnya.
Sejumlah sejumlah pengunjung di kawasan pantai Selatan Pandeglang mengaku diminta membayar hingga Rp30 ribu untuk satu kendaraan tanpa diberikan tiket resmi saat memasuki kawasan wisata di wilayah selatan Pandeglang.
"Bayar sekitar 30 ribu di pantai Daplangu 1 dan 20 ribu di pantai daplangu 2, tapi gak dapet tiket, kata yang jaga di pintu bebas aja mau pulang sampe jam berapapun, sebelumnya saya udah nanyain karcisnya, tapi dijawab gak ada karcis," cetus Maulana salah satu pengunjung kepada Akurat.co Banten. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026








