Serangan AS-Israel Tewaskan Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri, Perang Timur Tengah Memanas

AKURAT BANTEN - Serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menewaskan Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, pada Senin (30/3/2026).
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Iran. Hal ini memperkuat klaim sebelumnya dari pihak Israel dan militer AS terkait gugurnya salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Iran.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan bahwa Tangsiri tewas dalam serangan udara yang terjadi di Bandar Abbas. Serangan itu juga disebut menewaskan sejumlah pejabat senior Angkatan Laut IRGC.
Pihak United States Central Command turut mengonfirmasi kematian tersebut pada hari yang sama, sebagaimana dilaporkan oleh Agence France-Presse.
Dalam pernyataan resmi yang dimuat di Sepah News, Tangsiri disebut meninggal akibat luka serius yang dideritanya setelah serangan pekan lalu.
Israel menuding Tangsiri sebagai dalang di balik operasi penambangan serta pemblokiran Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi global. Blokade de facto di wilayah tersebut disebut telah memicu lonjakan harga energi dunia sejak konflik memasuki bulan kedua.
Baca Juga: Istri Richard Lee Diperiksa Polisi, Kasus Produk Kecantikan Terus Didalami
Sebagai sosok militer berpengalaman, Tangsiri merupakan veteran perang Perang Iran-Irak. Ia diangkat langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 2018 untuk memimpin Angkatan Laut IRGC, posisi strategis dalam menjaga kekuatan maritim Iran.
Kematian Tangsiri menambah daftar panjang pejabat tinggi Iran yang gugur sejak konflik dengan Israel memanas.
Sebelumnya, Iran juga melaporkan wafatnya sejumlah tokoh penting, termasuk Ali Khamenei pada hari pertama perang, 28 Februari 2026.
Baca Juga: Bidan di Tangerang Jadi Korban Penipuan Loker Rumah Sakit
Dalam pernyataan resminya, Garda Revolusi menyebut Tangsiri gugur saat sedang mengoordinasikan pertahanan pesisir. Mereka juga menegaskan bahwa Iran akan terus melanjutkan perlawanan hingga musuh berhasil dikalahkan sepenuhnya.
Sementara itu, Israel dan Amerika Serikat mengklaim bahwa operasi yang menargetkan para pejabat tinggi Iran merupakan pukulan signifikan terhadap kekuatan militer Teheran.
Meski demikian, sejumlah analis menilai Iran masih memiliki kapasitas untuk bertahan dan memulihkan kekuatannya, meskipun kehilangan banyak figur penting dalam waktu singkat. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










