HARAM! Bagi Roy Suryo: Jokowi Buka Pintu Maaf Lebar untuk Pusaran Kasus Ijazah

AKURAT BANTEN – Sebuah kontras tajam mendadak jadi sorotan publik.
Di tengah kabar mengejutkan mengenai sinyal perdamaian yang ditiupkan Presiden Joko Widodo terkait kasus dugaan ijazah palsu, muncul satu nama yang seolah "terharamkan" dari pintu maaf tersebut: Roy Suryo.
Langkah ini memicu spekulasi liar. Mengapa untuk urusan ijazah pintu maaf dibuka lebar, namun bagi mantan Menpora tersebut, jalur hukum tetap tegak lurus tanpa kompromi?
Baca Juga: WFH ASN Usai Lebaran Diterapkan Sepekan Sekali, Pemprov DKI Pastikan Bukan Hari Rabu
Sinyal Damai yang Pilih Kasih?
Belakangan, publik dikejutkan dengan narasi bahwa pihak Istana membuka ruang bagi para tersangka dalam pusaran kasus ijazah untuk menyelesaikan perkara secara damai atau melalui mekanisme restorative justice.
Langkah ini awalnya dianggap sebagai bentuk kearifan Presiden untuk menyudahi kegaduhan panjang.
Namun, harapan itu pupus bagi pihak Roy Suryo. Seolah ada garis api yang memisahkan, status Roy Suryo justru dipertegas sebagai pihak yang "tidak masuk dalam radar pengampunan".
3 Alasan Mengapa Roy Suryo "Diharamkan" dari Pintu Maaf
Banyak pengamat menilai ada alasan strategis di balik ketegasan ini:
Vokalitas yang Dianggap Berbahaya: Roy Suryo bukan sekadar pengkritik biasa. Kapasitasnya sebagai pakar telematika seringkali dianggap mampu menggiring opini publik melalui data teknis yang sulit dibendung.
Efek Jera Digital: Pemerintah tampaknya ingin mengirimkan pesan kuat bahwa kritik yang menyentuh ranah digital dan teknis memiliki konsekuensi yang jauh lebih berat.
Simbolisme Politik: Membuka pintu damai untuk kasus ijazah dianggap sebagai cara meredam isu personal, sementara tetap memproses Roy Suryo dianggap sebagai cara menjaga wibawa institusi dari serangan kritik tajam.
"Hukum Harus Adil, Bukan Tebang Pilih"
Kekecewaan mulai mengalir dari berbagai aktivis hukum. Mereka menilai jika Presiden ingin melakukan rekonsiliasi, maka standar yang digunakan haruslah sama.
"Jika pintu maaf dibuka untuk pemalsu ijazah demi ketenangan negara, mengapa untuk seorang kritikus seperti Roy Suryo pintu itu seolah diharamkan?" ujar salah satu praktisi hukum dalam sebuah diskusi publik.
Ketimpangan ini dikhawatirkan akan membentuk persepsi bahwa hukum di Indonesia bisa menjadi "elastis" untuk kawan, namun tetap "baja" untuk lawan.
Nasib Roy Suryo di Ujung Tanduk
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pelunakan sikap dari pihak pelapor maupun otoritas terkait posisi hukum Roy Suryo.
Sementara para tersangka lain di pusaran isu ijazah mungkin bisa bernapas lega dengan skema perdamaian, Roy Suryo harus bersiap menghadapi dinginnya dinding sel dan palu hakim.
Kesimpulannya: Pintu maaf Jokowi memang terbuka, tapi ternyata tidak untuk semua orang. Bagi Roy Suryo, kata "Damai" tampaknya masih menjadi barang mewah yang mustahil digapai.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







