Banten

SPBU Swasta Mulai Terima BBM Impor Melalui Pertamina, Kargo Shell Dijadwalkan Tiba Akhir Bulan

Andi Syafrani | 25 November 2025, 08:46 WIB
SPBU Swasta Mulai Terima BBM Impor Melalui Pertamina, Kargo Shell Dijadwalkan Tiba Akhir Bulan

AKURAT BANTEN - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi sejumlah operator SPBU swasta telah resmi bergabung dalam skema pembelian BBM impor melalui PT Pertamina Patra Niaga. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan pasokan BBM hingga akhir tahun 2025, terutama mengingat tingginya kebutuhan energi nasional saat ini.

Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menyatakan beberapa perusahaan telah mengunci komitmen pembelian sejak awal November. BP AKR menjadi operator yang paling cepat mengeksekusi prosesnya, dengan dua kargo BBM impor yang sudah tiba di wilayah Indonesia dan satu kargo tambahan yang sedang dalam perjalanan.

"BP AKR telah menerima dua kargo dan satu lagi dalam perjalanan," ungkap Laode.

Baca Juga: Freeport Temukan 3 Miliar Ton Sumber Daya Baru, Peluang Perpanjangan Tambang Papua Makin Terbuka

Selain BP AKR, operator Vivo dan Shell juga telah menandatangani kontrak pembelian BBM dengan Pertamina Patra Niaga. Kedua perusahaan tersebut telah menyesuaikan rencana pasokan untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun depan, guna mencegah kekosongan stok di lapangan.

"Vivo dan Shell telah mengunci kontraknya, hanya menunggu tahapan pengiriman dan distribusi selanjutnya," jelas Laode.

Berbeda dengan ketiganya, Exxon memutuskan untuk tidak mengambil BBM impor melalui jalur Pertamina. Menurut Laode, perusahaan itu menilai stok BBM yang dimilikinya masih cukup stabil hingga pergantian tahun, sehingga tidak memerlukan tambahan pasokan dari luar negeri untuk saat ini.

Pengiriman kargo BBM milik Shell telah memasuki tahap akhir persiapan. Laode menjelaskan bahwa kargo tersebut saat ini sedang dalam proses pengisian di tempat asal sebelum dikirim ke Indonesia. Meskipun belum merinci volume atau jenis produk yang dibawa, ia memastikan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2025.

Baca Juga: RI Tegas Tutup Keran Impor Beras, Mentan: Satu Liter Pun Tidak Boleh Masuk

"Shell sedang melakukan proses pengisian akhir, setelah itu kargo akan langsung berangkat ke Indonesia," terang Laode.

Jika tidak ada hambatan apapun, kargo Shell diproyeksikan tiba pada akhir bulan ini. Setelah tiba, BBM akan segera memasuki proses penyaluran agar bisa segera beredar di pasar sebelum memasuki kuartal pertama tahun depan.

Pemerintah berharap dengan berjalannya pasokan BBM impor melalui Pertamina Patra Niaga, tidak akan terjadi gejolak terkait ketersediaan di SPBU swasta. Langkah ini juga dianggap krusial untuk menjaga stabilitas harga BBM dan menjamin akses energi yang teratur bagi konsumen hingga tahun depan.

Baca Juga: Fenomena Warga Pilih Damkar Ketimbang Polisi Bikin Menko Yusril Angkat Bicara

Kebutuhan BBM nasional yang terus meningkat setiap tahun menjadi alasan utama penerapan kebijakan ini. Terutama pada periode menjelang tahun baru atau musim liburan, tekanan pada pasokan seringkali meningkat. Dengan adanya pasokan impor melalui jalur ini, diharapkan stok di semua SPBU – baik swasta maupun milik negara – tetap terjaga.

Operator swasta yang bergabung dalam skema ini juga mendapatkan jaminan pasokan yang lebih teratur, sehingga tidak perlu khawatir akan kekosongan stok tiba-tiba. Hal ini juga diharapkan dapat menciptakan persaingan pasar yang lebih sehat dan memberikan manfaat bagi konsumen dalam bentuk ketersediaan dan stabilitas harga.

Baca Juga: BAHAYA GANDA DI SABANG: 250 Ton Beras Ilegal Segel Jargon Swasembada! Mentan Amran Sulaiman Buru 'Aktor Utama' di Balik 'Kebobolan' FTZ

Diharapkan semua proses pengiriman dan distribusi berjalan lancar, sehingga ketersediaan BBM di seluruh wilayah Indonesia tetap terjamin hingga akhir tahun 2025. Penyerahan kargo Shell yang mendekati diharapkan dapat memperkuat pasokan dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat tentang kelancaran penyediaan energi. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC