Di Depan Jokowi, Hakim Binsar Gultom Beri Pesan 'Pedas' untuk Publik, Ada Apa?

AKURAT BANTEN – Sebuah pertemuan tak biasa terjadi di kediaman pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Solo.
Sosok hakim senior yang dikenal publik lewat ketegasannya dalam kasus "Kopi Sianida", Binsar Gultom, mendadak muncul dan memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.
Bukan membahas soal vonis hukum atau perkara masa lalu, Binsar justru melontarkan pesan yang terasa "pedas" sekaligus menjadi tamparan bagi kondisi sosial masyarakat saat ini. Ada apa sebenarnya?
Baca Juga: Terbongkar! Alasan Mengapa Roy Suryo Tak Mendapat Pintu Damai Meski Jokowi Ampuni Kasus Ijazah
Pesan Menohok di Tengah Tensi Panas
Usai bertemu dengan Presiden Jokowi, Binsar Gultom tidak banyak bicara mengenai agenda kedatangannya.
Namun, satu hal yang ia garis bawahi dengan sangat tajam adalah soal etika dan perilaku publik di ruang siber maupun nyata.
Jangan menjelek-jelekan orang lain," ujar Binsar Gultom dengan nada serius
Pesan ini dianggap "pedas" karena terlontar di saat atmosfer media sosial sering kali dipenuhi dengan hujatan, fitnah, dan upaya saling menjatuhkan antar-kelompok.
Binsar seolah ingin mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat bukan berarti bebas menghancurkan martabat sesama.
Baca Juga: GEGER Kasus Ijazah Jokowi! Rismon Sianipar Tiba-tiba Teken Damai, Ada Apa?
Mengapa Harus Sekarang?
Munculnya pesan ini tepat setelah pertemuan dengan Presiden memicu spekulasi di kalangan publik.
Banyak yang menilai ini adalah sinyal kekhawatiran dari pihak yudikatif terhadap degradasi moral dan kesantunan bangsa.
Sebagai seorang hakim yang terbiasa menangani konflik manusia, Binsar Gultom nampaknya melihat bahwa akar dari banyak persoalan hukum dimulai dari lisan yang tidak terjaga.
Pertemuan dengan Jokowi di Solo pun seolah menjadi panggung yang tepat untuk menyuarakan keresahan tersebut.
Reaksi Publik: Pengingat atau Teguran?
Pernyataan "jangan menjelekkan" ini langsung viral di media sosial. Sebagian netizen menganggap ini sebagai pengingat agar masyarakat tetap menjaga adab, namun sebagian lain melihatnya sebagai teguran bagi siapa pun yang hobi menebar kebencian demi kepentingan tertentu.
Kedekatan Binsar dengan Presiden Jokowi dalam momen santai di Solo ini mempertegas bahwa urusan etika bangsa adalah tanggung jawab besar yang harus dipikul bersama, melampaui urusan politik praktis.
Baca Juga: Darah Prajurit TNI Tumpah di Lebanon, Kecaman Iran Pecah: "Ini Kejahatan yang Tak Termaafkan!"
Sebuah Refleksi dari Solo
Pertemuan ini meninggalkan satu tanda tanya besar bagi publik: Seberapa parahkah tingkat "saling menjelekkan" di negeri ini hingga seorang hakim sekaliber Binsar Gultom merasa perlu bersuara usai bertemu Presiden?
Yang pasti, pesan "pedas" dari Solo ini kini menjadi bola panas yang menantang kita semua untuk lebih bijak dalam bertutur kata.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









