Banten

Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Kecuali untuk Musuh di Tengah Konflik Timur Tengah

Cristina Malonda | 3 April 2026, 06:30 WIB
Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Kecuali untuk Musuh di Tengah Konflik Timur Tengah
Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Kecuali untuk Musuh di Tengah Konflik Timur Tengah (ilustrasi//istimewa)

AKURAT BANTEN - Ketegangan di kawasan Timur Tengah nampaknya masih belum reda, terutama terkait posisi strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa selat tersebut akan tetap terbuka untuk pelayaran internasional, namun tidak bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh negara.

Pernyataan ini disampaikan oleh penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati. Ia menekankan bahwa arah dan akhir konflik tidak akan ditentukan oleh tekanan eksternal, melainkan oleh strategi yang disusun Teheran sendiri.

Baca Juga: Di Depan Jokowi, Hakim Binsar Gultom Beri Pesan 'Pedas' untuk Publik, Ada Apa?

Velayati menyindir pihak lawan dengan menyebut bahwa harapan mereka hanyalah ilusi. Menurutnya, Iran memiliki kendali penuh dalam menentukan hasil akhir dari konflik yang tengah berlangsung.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pidato resmi dari Gedung Putih menyatakan bahwa kemampuan militer Iran mengalami penurunan signifikan. Ia menyebut jumlah peluncur rudal Iran kini terbatas, serta kemampuan peluncuran drone dan rudal telah melemah drastis.

Trump juga memperkirakan konflik ini masih akan berlangsung selama dua hingga tiga pekan ke depan. Meski demikian, ia optimistis bahwa akhir dari ketegangan tersebut sudah mulai terlihat.

Baca Juga: Diskominfo Kota Tangerang Alokasikan Ratusan Juta untuk Jasa Editor Video Profesional

Selat Hormuz sendiri memegang peran krusial dalam jalur distribusi minyak global, khususnya menuju negara-negara Asia. Iran hingga saat ini masih mempertahankan kontrol penuh atas wilayah tersebut dan tetap memberikan akses bagi kapal-kapal dari negara yang dianggap bersahabat.

Situasi di kawasan memanas sejak 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer gabungan ke wilayah Iran. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan signifikan.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan beberapa wilayah di Timur Tengah, termasuk negara-negara yang memiliki hubungan militer dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Serangan AS-Israel Hantam Selat Hormuz, Dua Dermaga Vital Iran Jadi Sasaran

Dampaknya tidak hanya dirasakan secara militer, tetapi juga merembet ke sektor ekonomi global, termasuk gangguan pada pasar energi dan penerbangan internasional.

Konflik ini pun terus menjadi sorotan dunia, mengingat potensi dampaknya yang luas terhadap stabilitas global dan keamanan energi. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.