Rencana Invasi Darat AS, Ditantang 1 Juta Milisi dan Proksi Iran, Hatami: Tak Boleh ada Pasukan AS yang Selamat

AKURAT BANTEN - Rencana Amerika Serikat (AS) melakukan invasi darat mendapat tantangan besar karena dilaporkan terdapat 1 juta milisi dan proksi Iran sudah siap menghadapi perang terbuka.
Bahkan Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami sudah memperingatkan, jika tidak akan ada pasukan musuh yang boleh selamat jika AS mencoba melancarkan invasi darat terhadap negeri mereka.
Dalam sebuah komentar yang disiarkan stasiun televisi pemerintah, IRIB “Jika musuh mencoba operasi darat, tidak seorang pun boleh selamat,” ungkap Hatami pada Kamis, (1/04/2026).
Baca Juga: Usai Hina Putra Mahkota Arab Saudi, Trump Ketahuan Telepon MBS, Bahas Gencatan Senjata dengan Iran
Iran Memantau Pergerakan Pasukan Darat AS
Saat ini, menurut Hatami jika pimpinan militernya telah menginstruksikan kepada komando operasional memantau pergerakan pasukan AS secara cermat, merespons cepat dan tepat waktu.
“Penting untuk memantau pergerakan dan tindakan musuh dengan sangat teliti dan sangat hati-hati, dari waktu ke waktu, untuk menerapkan rencana melawan metode serangannya pada waktu yang tepat,” sebut Hatami.
“Bayang-bayang perang harus dihilangkan dari negara kita, dan keamanan harus ditegakkan untuk semua,” tutur dia, menambahkan.
Baca Juga: PDIP Desak Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan di Gerai KDMP Tangerang
Rencana Pentagon Serang Iran Melalui Darat
Sementara Pentagon dikabarkan sedang mempersiapkan kemungkinan operasi darat di Iran, hal ini ditandai dengan pengerahan ribuan pasukan AS ke Timur Tengah.
Adapun kapan pelaksanaan operasi ini, pentagon disebut masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump ungkap The Washington Post Pada Sabtu, (28/3/2026) lalu.
Serangan ini dinilai, “fase baru perang” yang mungkin “jauh lebih berbahaya” bagi pasukan AS setelah empat minggu pertama perang, ungkap beberapa pejabat AS.
Baca Juga: Bom Tandan Iran Hancurkan Pipa Air Utama Tel Aviv, Timbulkan Kepanikan dan Banjir Besar
Dalam beberapa diskusi yang berlangsung di Pentagon terungkap cakupan potensi operasi seperti Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, dan pesisir dekat Selat Hormuz untuk mengamankan ancaman terhadap pelayaran minyak dunia yang akan berlangsung hingga beberapa pekan. *******
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









