Banten

Rencana Invasi Darat AS, Ditantang 1 Juta Milisi dan Proksi Iran, Hatami: Tak Boleh ada Pasukan AS yang Selamat

Taufikurahman, M.Si | 3 April 2026, 13:01 WIB
Rencana Invasi Darat AS, Ditantang 1 Juta Milisi dan Proksi Iran, Hatami: Tak Boleh ada Pasukan AS yang Selamat
Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami sudah memperingatkan, jika tidak akan ada pasukan musuh yang boleh selamat jika AS mencoba melancarkan invasi darat terhadap negeri mereka. (foto: Iranian Army)

AKURAT BANTEN - Rencana Amerika Serikat (AS) melakukan invasi darat mendapat tantangan besar karena dilaporkan terdapat 1 juta milisi dan proksi Iran sudah siap menghadapi perang terbuka.

Bahkan Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami sudah memperingatkan, jika tidak akan ada pasukan musuh yang boleh selamat jika AS mencoba melancarkan invasi darat terhadap negeri mereka.

Dalam sebuah komentar yang disiarkan stasiun televisi pemerintah, IRIB “Jika musuh mencoba operasi darat, tidak seorang pun boleh selamat,” ungkap Hatami pada Kamis, (1/04/2026).

Baca Juga: Usai Hina Putra Mahkota Arab Saudi, Trump Ketahuan Telepon MBS, Bahas Gencatan Senjata dengan Iran

Iran Memantau Pergerakan Pasukan Darat AS

Saat ini, menurut Hatami jika pimpinan militernya telah menginstruksikan kepada komando operasional memantau pergerakan pasukan AS secara cermat, merespons cepat dan tepat waktu.

“Penting untuk memantau pergerakan dan tindakan musuh dengan sangat teliti dan sangat hati-hati, dari waktu ke waktu, untuk menerapkan rencana melawan metode serangannya pada waktu yang tepat,” sebut Hatami.

“Bayang-bayang perang harus dihilangkan dari negara kita, dan keamanan harus ditegakkan untuk semua,” tutur dia, menambahkan.

Baca Juga: PDIP Desak Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan di Gerai KDMP Tangerang

Rencana Pentagon Serang Iran Melalui Darat

Sementara Pentagon dikabarkan sedang mempersiapkan kemungkinan operasi darat di Iran, hal ini ditandai dengan pengerahan ribuan pasukan AS ke Timur Tengah.

Adapun kapan pelaksanaan operasi ini, pentagon disebut masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump ungkap The Washington Post Pada Sabtu, (28/3/2026) lalu.

Serangan ini dinilai, “fase baru perang” yang mungkin “jauh lebih berbahaya” bagi pasukan AS setelah empat minggu pertama perang, ungkap beberapa pejabat AS.

Baca Juga: Bom Tandan Iran Hancurkan Pipa Air Utama Tel Aviv, Timbulkan Kepanikan dan Banjir Besar

Dalam beberapa diskusi yang berlangsung di Pentagon terungkap cakupan potensi operasi seperti Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, dan pesisir dekat Selat Hormuz untuk mengamankan ancaman terhadap pelayaran minyak dunia yang akan berlangsung hingga beberapa pekan. *******

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.