Tak Libatkan AS, Inggris dan Prancis Inisiasi Pertemuan Virtual Lebih dari 40 Negara, Bahas Solusi Damai Buka Selat Hormuz

AKURAT BANTEN - Inggris dan Prancis menginisiasi pertemuan lebih dari 40 sekutu AS, untuk membahas rencana pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa kehadiran Amerika Serikat (AS) pada Kamis, (02/03/2026).
Negara-negara tersebut, memberi sinyal kepada Presiden Donald Trump mengenai kepedulian komunitas internasional terhadap krisis di jalur pelayaran tersebut yang dipicu oleh kebencian AS terhadap Iran.
Inggris dan Prancis berhasil mengumpulkan sejumlah negara Eropa, Timur Tengah, dan Asia, serta Australia dan Kanada, guna mempertimbangkan upaya diplomasi terhadap Teheran dan sanksi potensial jika Iran tidak setuju untuk membuka kembali jalur lalulintas pelayaran energi dunia.
Melalui pertemuan yang berlangsung virtual, seolah menunjukkan posisi bersama puluhan sekutu AS, bahwa Trump tidak boleh mundur dari konflik tanpa bertanggungjawab untuk menemukan solusi terbaik di selat tersebut, sebagaimana ancaman yang sering terlontar dari mulut Trump menghentikan perang tanpa solusi.
Sejumlah negara turut khawatir jika operasi militer AS di Iran akan dihentikan, sehingga mereka yang harus menghadapi dampaknya.
Maka, salah satu tuntutan komunitas internasional telah menegaskan bahwa AS perlu memasukkan solusi untuk Selat Hormuz dalam pembicaraan gencatan senjata dengan Iran.
Disisi lain, pertemuan virtual tersebut menunjukkan bahwa koalisi negara-negara tersebut menganggap perlu untuk mulai mempersiapkan diri membuka kembali selat tersebut tanpa keterlibatan AS.
Sebelumnya, Trump telah mengkritik keras negara-negara anggota Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) karena enggan mengerahkan pasukan militer mereka ke perairan tersebut bahkan sampai mengancam akan keluar dari aliansi.
Pertemuan pada hari Kamis itu tampaknya juga merupakan upaya Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya, yang baru-baru ini dikritik keras oleh Trump, untuk menunjukkan kesediaan mereka berkontribusi dalam mencari solusi untuk Selat Hormuz.
Agenda pertemuan pekan depan, untuk membahas bagaimana armada angkatan laut mereka dapat dikerahkan guna membantu menjaga keamanan dan membersihkan ranjau di selat tersebut setelah paska konflik.
Tindakan paksa membuka selat Hormuz bukan solusi terbaik karena koalisi, kurang yakin krisis dapat diselesaikan tanpa melibatkan persetujuan Iran.
Artinya, PBB sebagai bagian penting dari upaya diplomatik untuk meyakinkan Iran, dengan menyoroti kerja sama dengan mitra di Teluk dalam upaya memulihkan kebebasan navigasi.
Upaya Iran untuk menerapkan sistem pungutan akan menciptakan preseden yang tidak membantu, dan terdapat dukungan luas untuk kebebasan berlalu-lalang melalui selat tersebut, kata sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Langkah-langkah ekonomi, termasuk sanksi, juga dibahas untuk memastikan Iran tidak dapat terus meraup keuntungan dari penutupan selat. *******
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










