Satgas Pandeglang Kirim Laporan Resmi ke BGN Terkait Insiden Belatung di Menu MBG

AKURAT BANTEN - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pandeglang telah merespons temuan ulat dan belatung pada menu makanan siswa yang bersumber dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manglid, Kecamatan Cibitung.
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan laporan resmi terkait insiden tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk ditindaklanjuti.
"Iya, sudah ditindaklanjuti dan dilaporkan ke BGN sehari setelah kejadian itu," ujar Doni saat dikonfirmasi melalui aplikasi chating, Sabtu (4/4/2026).
Langkah pelaporan ini diambil menyusul viralnya video berdurasi 23 detik yang memperlihatkan temuan belatung pada makanan siswa di Sekolah Dasar Negri (SDN) Cikadu 1 pada 2 April 2026.
Doni menekankan bahwa pelaporan ke tingkat pusat sangat krusial karena keputusan strategis mengenai sanksi hingga penghentian operasional merupakan kewenangan mutlak BGN.
Saat ditanya mengenai informasi yang beredar bahwa dapur SPPG Manglid telah disuspensi atau dihentikan operasionalnya, Doni secara tegas membantah hal tersebut.
Baca Juga: WFH Segera Berlaku Sekali Sepekan, Ini Daftar Aplikasi Andalan agar Kerja Tetap Produktif dari Rumah
Ia menjelaskan bahwa otoritas daerah tidak memiliki wewenang untuk menutup dapur secara sepihak.
"Belum (disuspensi). Yang saya tahu baru diajukan. Kami tidak bisa menghentikan, hanya BGN yang punya kewenangan," cetus Doni yang juga menjabat sebagai Asda 1 di Kabupaten Pandeglang.
Doni menyatakan bahwa audit dan evaluasi terus dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh unit penyedia.
Baca Juga: Update Bansos April 2026, Warga Wajib Cek Desil Agar Tak Kehilangan Hak Bantuan
Lebih lanjut, Doni juga menegaskan bahwa pihaknya tidak segan untuk bersikap tegas terhadap dapur yang terbukti lalai dalam menjaga standar higienitas.
Hingga saat ini, kata dia, tercatat sudah ada belasan titik dapur pelayanan yang dievaluasi di Kabupaten Pandeglang.
"Kita selalu evaluasi semuanya. Buktinya, sudah 12 dapur yang terkena sanksi (Bentuk laporan dan teguran) dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah," tandasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











