Banten

Iran Berduka, Kepala Intelijen IRGC Tewas Dalam Serangan Amerika Serikat dan Israel

Cristina Malonda | 7 April 2026, 12:21 WIB
Iran Berduka, Kepala Intelijen IRGC Tewas Dalam Serangan Amerika Serikat dan Israel
Iran Berduka, Kepala Intelijen IRGC Tewas Dalam Serangan Amerika Serikat dan Israel (ilustrasi/istimewa)

AKURAT BANTEN - Kabar duka datang dari Iran setelah Kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi, dilaporkan tewas akibat serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (6/4), IRGC menyebut bahwa Khademi gugur dalam serangan yang terjadi di tengah konflik yang mereka sebut sebagai “perang ketiga yang dipaksakan”.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari agresi gabungan antara Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Iran Bongkar Tipu Muslihat Washington: Ogah Terjebak Janji Palsu AS-Israel di Selat Hormuz!

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa insiden ini terjadi pada pagi hari waktu setempat, meskipun detail lokasi dan kronologi lengkap belum diungkapkan ke publik.

Menanggapi peristiwa tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan bahwa kematian Khademi merupakan konsekuensi dari apa yang ia sebut sebagai kegagalan strategi militer Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan resminya, Khamenei menegaskan bahwa kehilangan salah satu tokoh penting di tubuh IRGC tidak akan melemahkan kekuatan militer Iran.

Baca Juga: Perketat Persaingan Pasar AC, DAIKIN Perpanjang Garansi hingga 5 Tahun

“Tindakan pembunuhan dan kejahatan tidak akan mampu menggoyahkan cita-cita yang tulus,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Iran tetap teguh menghadapi tekanan eksternal, dan menyebut bahwa pihak lawan telah mengalami berbagai kegagalan dalam konflik yang berlangsung.

Insiden ini semakin memperkeruh situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memang telah berlangsung lama, dan beberapa bulan terakhir menunjukkan eskalasi yang semakin tajam.

Baca Juga: Warga Kawasan Kavling DPR Tangerang Keluhkan Drainase Buruk dan Temuan Kabel PLN di Selokan

Pengamat menilai bahwa kematian pejabat tinggi seperti Khademi berpotensi memicu respons lanjutan dari Iran, baik dalam bentuk diplomatik maupun militer.

Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel, peristiwa tersebut berpotensi memperburuk hubungan antarnegara dan meningkatkan risiko konflik terbuka. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.