Netanyahu Pastikan Gencatan Senjata AS-Iran Tak Hentikan Serangan Israel di Lebanon

AKURAT BANTEN - Keputusan Donald Trump untuk menangguhkan serangan militer terhadap Iran selama dua minggu mendapat respon positif dari Israel.
Pemerintah Israel mendukung upaya Amerika Serikat dalam memastikan bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman global, terutama terkait program nuklir, pengembangan rudal, dan aktivitas terorisme.
Dalam pengumuman resminya dari Gedung Putih, Donald Trump menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah adanya komunikasi dengan pemimpin Pakistan, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan pejabat militer senior Asim Munir.
Trump menyebut bahwa kedua pihak meminta Amerika Serikat untuk menahan eskalasi militer terhadap Iran. Dengan syarat Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara aman dan segera, AS akhirnya sepakat menghentikan serangan untuk sementara waktu.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada keberhasilan militer yang telah dicapai, serta kemajuan signifikan menuju kesepakatan damai jangka panjang dengan Iran.
Diketahui Amerika Serikat telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai cukup menjanjikan sebagai dasar negosiasi. Trump optimistis bahwa langkah ini dapat membuka jalan menuju stabilitas di Timur Tengah.
Di sisi lain, Israel menilai kesepakatan gencatan senjata ini tidak termasuk wilayah Lebanon.
Hal ini menunjukkan bahwa konflik di kawasan tersebut, termasuk yang melibatkan kelompok Hizbullah, masih berada di luar cakupan kesepakatan sementara ini.
Melansir Al Jazeera, isi pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Israel tentang gencatan senjata AS-Iran, sebagai berikut:
Baca Juga: Pemkab Serang Siapkan Revisi RTRW, Temuan Penyimpangan Jadi Sorotan
“Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan itu,” katanya.
“Israel juga mendukung upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, negara-negara tetangga Arab Iran, dan dunia. Amerika Serikat telah memberi tahu Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang dianut bersama oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi mendatang.”
“Gencatan senjata dua minggu ini tidak termasuk Lebanon,” bunyi diakhir pernyataan itu.
Baca Juga: 38 Warga Tangsel Jadi Korban Kredit Fiktif KUR, Tiga Terdakwa Disidang Usai Rugikan Negara 13 Miliar
Seperti yang diketahui, Israel melakukan serangan ke Lebanon terkait dengan konflik melawan kelompok bersenjata Hizbullah, yang di dukung Iran.
Hal tersebut dilakukan Israel karena Hizbullah dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








