Setuju Gencatan Senjata, Iran Siap Buka Kembali Selat Hormuz dengan Syarat, Apa Itu?

AKURAT BANTEN - Pemerintah Iran akhirnya angkat bicara terkait langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendorong adanya gencatan senjata di tengah memanasnya situasi kawasan.
Respons tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, yang menegaskan kesiapan negaranya untuk meredakan ketegangan.
Ia menyebut, Iran bersedia menghentikan operasi militer yang bersifat defensif apabila tidak ada lagi serangan yang ditujukan ke wilayahnya.
Baca Juga: TRAGIS! Diduga Mesin Meledak, Kapal Pukat Teri Terbakar di Belawan, 3 Orang Tewas
"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami akan menghentikan operasi defensif," ujar Araghchi dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X, Rabu (8/4/2026).
Tak hanya itu, Iran juga membuka peluang untuk melonggarkan akses pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini menjadi perhatian dunia.
Selama periode dua pekan masa gencatan senjata, Iran menyatakan siap menjamin keamanan jalur tersebut dengan pengawasan dan koordinasi militer.
Baca Juga: Iran dan Oman Terapkan Tarif Selat Hormuz hingga Rp34 Miliar per Kapal, Dunia Waspada Dampaknya
Langkah ini dinilai sebagai sinyal deeskalasi yang cukup penting, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital secara global.
Ketegangan di kawasan tersebut sebelumnya sempat memicu kekhawatiran pasar energi dunia, termasuk potensi lonjakan harga minyak dan gangguan distribusi.
Sejumlah pengamat menilai, keputusan Iran ini bisa menjadi titik awal meredanya konflik, meski situasi di lapangan masih sangat bergantung pada langkah lanjutan dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Baca Juga: Fantastis! Gaji ke-13 ASN 2026 Segera Cair? Ini Bocoran Terbaru dari Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa!
Hingga kini, belum ada kepastian apakah kedua pihak akan benar-benar menahan diri, namun peluang dialog dinilai mulai terbuka di tengah tekanan internasional yang semakin kuat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










