Nama Adik Ipar Jokowi Terseret di Sidang Korupsi DJKA: Terungkap Setoran Ratusan Juta Berkedok Beli Mobil!

AKURAT BANTEN – Sidang lanjutan kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan kembali membuat kejutan besar.
Nama Wahyu Purwanto, yang dikenal luas sebagai adik ipar mantan Presiden Joko Widodo, mendadak menjadi pusat perhatian di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (8/4/2026).
Fakta persidangan mengungkap adanya aliran dana ratusan juta rupiah yang diduga kuat sebagai "tiket masuk" untuk memenangkan proyek strategis nasional.
Baca Juga: Tak Main-main! Ini 10 Syarat Mustahil Iran Sebelum Buka Kembali Selat Hormuz
Modus Transaksi: "Beli Mobil" atau Mahar Proyek?
Kejadian bermula saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Zulfikar Fahmi, Direktur PT Kharisma Putra Adipratama.
Dalam kesaksiannya, Zulfikar mengakui telah menyetorkan uang dalam jumlah fantastis, yakni berkisar antara Rp425 juta hingga Rp550 juta kepada Wahyu Purwanto.
Menariknya, saksi berdalih bahwa uang tersebut bukanlah suap, melainkan transaksi jual-beli satu unit mobil mewah, Hyundai Palisade.
Namun, pengakuan selanjutnya justru mengaburkan batas antara bisnis pribadi dan gratifikasi.
"Karena saya memenangkan tender Rp30 miliar, Pak. Jadi sebagai apresiasi, saya membeli mobil milik Pak Wahyu... Karena rekomendasi Pak Wahyu, saya dapat pekerjaan." — Zulfikar Fahmi, Direktur PT Kharisma Putra Adipratama (Saksi).
Baca Juga: Dunia Pers Berduka: Detik-detik Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah Gugur Dihantam Rudal di Gaza
Kekuatan "Rekomendasi" Orang Dalam
Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Khamozaro, saksi tidak membantah bahwa keterlibatan Wahyu Purwanto menjadi kunci keberhasilannya meraup proyek puluhan miliar.
Uang yang disamarkan dalam bentuk jual-beli mobil tersebut disebut-sebut sebagai bentuk "terima kasih" atas bantuan Wahyu yang memberikan rekomendasi kepada pihak DJKA.
Istilah "Orang Langitan"—sebutan bagi pihak-pihak berpengaruh di luar struktur pemerintahan yang mampu mengatur proyek—kembali menggema di ruang sidang. Hakim pun menaruh kecurigaan besar: apakah transaksi mobil tersebut hanya akal-akalan untuk melegalkan aliran dana suap?
Baca Juga: Setahun Buron, Terpidana Kasus Pencabulan di Tangsel Akhirnya Ditangkap di Tegal
Hakim Soroti Kejanggalan Transaksi
Majelis Hakim tampak skeptis dengan alibi jual-beli mobil yang dipaparkan.
Fokus utama pengadilan kini adalah menyelidiki apakah nilai mobil yang dibeli tersebut wajar, atau hanya sekadar instrumen untuk mentransfer dana apresiasi atas proyek yang telah didapatkan.
"Mengapa seorang pengusaha harus membeli mobil dari kerabat Presiden hanya karena mendapatkan proyek pemerintah? Di sinilah integritas pengadaan barang dan jasa kita dipertaruhkan." — Catatan Persidangan PN Medan.
Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-AS Kacau, Harga Minyak Dunia Naik Lagi Imbas Penutupan Selat Hormuz
Dampak Besar bagi Lingkaran Kekuasaan
Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan orang-orang dekat penguasa dalam pusaran korupsi infrastruktur.
Jika KPK mampu membuktikan bahwa transaksi "beli mobil" ini adalah kedok untuk suap, maka posisi Wahyu Purwanto bisa terancam secara hukum.
Kini, publik menunggu apakah KPK akan segera memanggil Wahyu Purwanto untuk memberikan klarifikasi langsung di persidangan.
Skandal ini bukan sekadar tentang uang ratusan juta, melainkan tentang bagaimana akses kekuasaan diduga diperjualbelikan di balik layar proyek negara.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










