Banten

Cara Turunkan Desil Agar Lolos Bansos, Ini Panduan Lengkap yang Perlu Anda Tahu

Riski Endah Setyawati | 11 April 2026, 12:11 WIB
Cara Turunkan Desil Agar Lolos Bansos, Ini Panduan Lengkap yang Perlu Anda Tahu
Ilustrasi Uang (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Desil merupakan sistem pengelompokan kesejahteraan masyarakat yang dibagi menjadi sepuluh tingkatan berdasarkan kondisi ekonomi keluarga.

Kelompok desil 1 hingga 4 masuk kategori masyarakat tidak mampu dan rentan sehingga menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Sementara itu, angka desil yang lebih tinggi menandakan tingkat kesejahteraan yang semakin baik dan biasanya tidak menjadi sasaran utama bansos.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Minta 'Uang Darah', Iran Siap Ubah Aturan Selat Hormuz

Namun realitas ekonomi tidak selalu stabil karena kondisi keuangan keluarga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi.

Ada kalanya seseorang yang sebelumnya tergolong mampu justru mengalami penurunan ekonomi hingga membutuhkan bantuan.

Sayangnya, perubahan tersebut tidak selalu langsung tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN.

Baca Juga: Pesan Mengejutkan Mojtaba Khamenei Selat Hormuz Dibuka Jika Perang Usai

Akibatnya, data yang digunakan pemerintah bisa saja belum mencerminkan kondisi terbaru masyarakat di lapangan.

Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat diberikan kesempatan mengajukan penyesuaian data melalui proses penurunan desil.

Langkah ini bertujuan agar data ekonomi keluarga lebih akurat sesuai kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Soal Ijazah Joko Widodo Dipersoalkan Jusuf Kalla Tegas, Penuduh Harus Buktikan

Dengan posisi desil yang lebih rendah, peluang mendapatkan bantuan sosial pun menjadi lebih besar karena penyaluran dilakukan berdasarkan data tersebut.

Penting untuk diingat bahwa proses pembaruan data harus dilakukan secara mandiri dengan kejujuran penuh dari pemohon.

Saat mengajukan perubahan, masyarakat diminta menyampaikan kondisi ekonomi secara apa adanya agar proses verifikasi berjalan lancar.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Minta 'Uang Darah', Iran Siap Ubah Aturan Selat Hormuz

Salah satu prinsip penting dalam proses ini adalah kejujuran karena data akan diverifikasi dan dipadankan oleh pihak berwenang.

Proses pembaruan DTSEN sendiri tidak instan karena melalui beberapa tahapan penting yang harus dilalui.

Mulai dari pengajuan usulan, verifikasi lapangan, hingga pemadanan data oleh Badan Pusat Statistik agar hasilnya benar-benar valid.

Baca Juga: Pesan Mengejutkan Mojtaba Khamenei Selat Hormuz Dibuka Jika Perang Usai

Bagi masyarakat yang ingin menurunkan desil, langkah pertama adalah mendatangi kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat.

Selanjutnya, ajukan permohonan pembaruan data DTSEN sesuai prosedur yang berlaku.

Setelah itu, petugas akan melakukan survei langsung sehingga penting untuk memberikan jawaban yang jujur dan terbuka.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Minta 'Uang Darah', Iran Siap Ubah Aturan Selat Hormuz

Tahap berikutnya adalah musyawarah desa untuk membahas hasil survei dan memastikan kesesuaian data.

Data yang telah disepakati kemudian akan dikirim ke BPS untuk dilakukan perangkingan ulang.

Selain melakukan pengajuan, masyarakat juga dapat mengecek status desil secara mandiri melalui aplikasi resmi Cek Bansos.

Baca Juga: Bansos Tahap 2 Resmi Cair Lebih Cepat Mulai 10 April 2026, Ini Rincian Dana yang Diterima Warga

Langkahnya dimulai dengan mengunduh aplikasi tersebut melalui ponsel masing-masing.

Setelah itu, pengguna bisa login atau membuat akun baru dengan mengisi data seperti NIK, nomor KK, dan identitas lengkap.

Pengguna juga perlu mengunggah foto KTP serta swafoto sebagai bagian dari proses verifikasi.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Minta 'Uang Darah', Iran Siap Ubah Aturan Selat Hormuz

Setelah akun aktif, informasi desil dapat dilihat melalui menu profil pada aplikasi tersebut.

Angka yang muncul akan menunjukkan posisi kesejahteraan keluarga dalam sistem DTSEN.

Dengan memahami proses ini, masyarakat diharapkan dapat memastikan data mereka sesuai kondisi nyata agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.