Fokus Jadi Presiden, Prabowo Resmi Mundur dari Jabatan Ketum PB IPSI

AKURAT BANTEN - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).
Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan panjangnya selama lebih dari tiga dekade dalam membina dan mengembangkan pencak silat di Tanah Air.
Baca Juga: 'Main Mata' dengan Iran, Negara NATO Ini Berani Khianati AS dan Bocorkan Rahasia Israel!
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Momen itu sekaligus menjadi ajang refleksi atas kiprah panjangnya di organisasi bela diri tradisional tersebut.
Dalam sambutannya, Prabowo mengaku diliputi rasa bangga sekaligus haru. Ia mengenang perjalanan panjangnya sejak awal bergabung hingga memimpin organisasi selama beberapa periode.
"Hari ini menjadi momen penuh kebanggaan bagi saya. Jika dihitung, saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun, mulai dari Wakil Ketua Umum hingga dipercaya menjadi Ketua Umum selama lima periode," ujarnya.
Baca Juga: Viral Video Sumpah Injak Al-Qur’an, Dua Wanita Diamankan Polisi di Lebak
Namun di balik kebanggaan tersebut, Prabowo menyadari bahwa tanggung jawabnya saat ini sebagai kepala negara tidak memungkinkan dirinya untuk menjalankan peran ganda secara optimal. Ia menilai, jabatan sebagai Presiden membutuhkan fokus penuh.
"Untuk itu, saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Tugas kebangsaan yang saya emban saat ini sangat menyita waktu dan perhatian, sehingga tidak mungkin saya bisa efektif," ucapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar IPSI karena dalam beberapa tahun terakhir tidak dapat terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Meski begitu, ia menegaskan tetap memberikan dukungan dari belakang.
Baca Juga: Pesan Mengejutkan Mojtaba Khamenei Selat Hormuz Dibuka Jika Perang Usai
Keputusan ini sekaligus membuka babak baru bagi IPSI untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Banyak pihak berharap organisasi ini tetap solid dan mampu terus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus cabang olahraga yang berprestasi di tingkat dunia.
Selama masa kepemimpinannya, Prabowo dikenal aktif mendorong pencak silat hingga mendapat pengakuan internasional, termasuk upaya menjadikannya sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia di kancah global.
Banyak yang menilai kontribusi turut memperkuat posisi pencak silat sebagai olahraga yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga diplomasi budaya.
Baca Juga: Biaya Lewat Selat Hormuz Tembus Rp34 M, Ketegangan Bikin Ongkos Gila-Gilaan
Dengan mundurnya Prabowo, perhatian kini tertuju pada sosok yang akan melanjutkan kepemimpinan IPSI ke depan. Tantangan besar menanti, terutama dalam menjaga eksistensi dan meningkatkan prestasi pencak silat di tengah persaingan olahraga internasional yang semakin ketat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










