Geger! Jenderal Uganda Tantang Iran: Siapkan 600 Ribu Pasukan demi Israel, Teheran Target Utama!

Ringkasan Berita: Jenderal Muhoozi Kainerugaba, Panglima Militer Uganda, mengguncang dunia internasional dengan komitmen militernya untuk membela Israel. Ia menyatakan kesiapan mengerahkan 100.000 tentara profesional dan 500.000 relawan pemuda untuk menyerbu Teheran jika konflik Timur Tengah terus memanas.
AKURAT BANTEN – Di tengah bara konflik yang kian membara di Timur Tengah, sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Benua Afrika.
Bukan sekadar dukungan diplomatik, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, Panglima Militer Uganda yang juga putra Presiden Yoweri Museveni, secara terang-terangan menantang Iran dan menyatakan kesiapan militernya untuk berdiri di barisan terdepan membela Israel.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika biasa. Melalui akun media sosial resminya, sang Jenderal menegaskan bahwa Uganda memiliki kekuatan tersembunyi yang sanggup mengubah peta kekuatan di kawasan tersebut.
Baca Juga: China Terancam 'Masalah Besar'! Trump Beri Peringatan Terakhir Soal Pasokan Senjata ke Iran
Komitmen Total: 600 Ribu Personel Siap Diterjunkan
Jenderal Muhoozi mengklaim bahwa dirinya mampu memobilisasi kekuatan raksasa dalam waktu singkat.
Angka yang ia sebutkan tidak main-main: 100.000 tentara elite yang sudah terlatih dan tambahan 500.000 pemuda Uganda sebagai pasukan pendukung.
Strategi yang ditawarkan sang Jenderal pun tergolong sangat berani.
Ia mengkritik metode perang modern yang terlalu bergantung pada teknologi udara, dan lebih mengedepankan kekuatan fisik serta keberanian prajurit di lapangan darat.
"Jika Israel membutuhkan bantuan, biarkan mereka meminta. Saudara-saudara mereka di Uganda siap membantu. Kami bisa merebut Teheran dalam hitungan hari. Militer Barat terlalu banyak menggunakan bom, sementara kami akan menggunakan kekuatan pasukan darat yang tak kenal takut." — Jenderal Muhoozi Kainerugaba
Baca Juga: Gagal Damai? Negosiasi 21 Jam AS–Iran Berakhir Buntu, Ini Alasan dari Kedua Negara
Teheran Jadi Target Utama
Kritik tajam Muhoozi langsung diarahkan ke jantung pemerintahan Iran. Ia sesumbar bahwa satu brigade militer Uganda sudah cukup untuk mengguncang Teheran.
Keyakinan ini didasari pada doktrin militer Uganda yang keras dan pengalaman tempur mereka di berbagai konflik di wilayah Afrika.
Sikap konfrontatif ini tentu memicu perdebatan global. Mengapa Uganda begitu vokal?
Secara historis, militer Uganda dan Israel memang memiliki hubungan yang sangat kompleks, mulai dari drama Operasi Entebbe tahun 1976 hingga kerja sama intelijen yang erat di era modern.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










