Kapal Perang Amerika Serikat Dekati Selat Hormuz, Iran Ancam Hancurkan dalam 30 Menit

AKURAT BANTEN - Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah muncul laporan terkait pergerakan kapal perang Amerika Serikat yang mendekati Selat Hormuz.
Iran merespons dengan peringatan keras, bahkan mengancam akan melakukan serangan dalam waktu singkat jika kapal tersebut tetap melanjutkan jalurnya.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Mereka menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan wilayah yang berada di bawah pengawasan ketat Iran, sehingga tidak semua kapal, terutama militer asing, bebas melintas.
Baca Juga: Iran Bakal Serang Kapal Perang yang Lewat di Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Meningkat
Ketegangan meningkat saat Iran mendeteksi pergerakan kapal perusak milik Angkatan Laut AS yang berangkat dari kawasan Teluk menuju jalur strategis tersebut.
Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan pengawasan intensif oleh pihak militer Iran.
Dalam pernyataannya, Iran disebut telah mengirimkan pesan tegas kepada kapal tersebut.
Mereka memberikan ultimatum bahwa jika kapal perang itu tetap memaksa masuk ke Selat Hormuz, maka akan dihadapi dengan tindakan militer dalam waktu maksimal 30 menit.
Baca Juga: Ternyata Trump Punya Pikiran AS Tarik Biaya Selat Hormuz Per Kapal Saat Melintas, Bukan Iran
Ancaman ini menjadi sinyal serius bahwa Iran tidak akan mentolerir kehadiran militer asing di wilayah yang dianggap sangat vital bagi kedaulatan dan keamanan nasionalnya.
Selain itu, komunikasi antara kedua pihak juga dilaporkan berlangsung melalui jalur tidak langsung dengan melibatkan negara ketiga.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik terbuka.
Di tengah situasi yang memanas, Iran juga membantah klaim yang menyebut kapal perang Amerika Serikat telah berhasil memasuki Selat Hormuz.
Baca Juga: Trump Umumkan Operasi Militer di Selat Hormuz, Ranjau Iran Mulai Disingkirkan?
Mereka memastikan bahwa tidak ada kapal militer asing yang diizinkan melewati jalur tersebut.
Kondisi ini terjadi bersamaan dengan berlangsungnya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.
Dialog tersebut sebelumnya diharapkan dapat meredakan ketegangan yang sudah berlangsung cukup lama.
Namun, hingga saat ini, belum ada hasil signifikan dari perundingan tersebut.
Baca Juga: Pesan Mengejutkan Mojtaba Khamenei Selat Hormuz Dibuka Jika Perang Usai
Salah satu isu utama yang masih menjadi perdebatan adalah kontrol terhadap Selat Hormuz, yang memiliki peran penting dalam jalur distribusi energi dunia.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Sebagian besar pasokan minyak global melewati kawasan ini, sehingga setiap potensi konflik dapat berdampak langsung terhadap stabilitas harga energi internasional.
Para pengamat menilai, situasi yang berkembang saat ini sangat rawan eskalasi.
Baca Juga: Selat Hormuz Belum Bisa Dibuka! Iran Bingung Cari Ranjau yang Hilang
Ancaman dari Iran menunjukkan bahwa ketegangan bisa berubah menjadi konflik terbuka jika tidak segera diredakan melalui jalur diplomasi.
Dengan meningkatnya tensi di kawasan tersebut, perhatian dunia kini tertuju pada langkah selanjutnya dari kedua negara.
Keputusan yang diambil dalam waktu dekat akan sangat menentukan apakah konflik dapat diredam atau justru semakin meluas.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







