Banten

Skandal Atap Ambruk RSUD Cilegon: Ketua DPRD Gercep Audit Bangunan, Aroma Korupsi Proyek Medical Center Mencuat

Saeful Anwar | 12 Desember 2025, 08:40 WIB
Skandal Atap Ambruk RSUD Cilegon: Ketua DPRD Gercep Audit Bangunan, Aroma Korupsi Proyek Medical Center Mencuat

 

AKURAT BANTEN– Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon sempat tegang setelah atap salah satu ruang operasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) ambruk pada Rabu (3 Desember 2025) sekitar pukul 15.21 WIB.

Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka, insiden ini langsung memicu reaksi cepat dari pihak legislatif dan, tak lama kemudian, sebuah laporan dugaan korupsi yang melibatkan proyek pembangunan rumah sakit.

 Baca Juga: Telan Anggaran 3M Per Bulan, Pelajar Kota Tangerang Tak Melirik Si Benteng

Reaksi Cepat Ketua DPRD: Audit Total dan Pelayanan Jangan Terganggu

Ketua DPRD Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, yang menerima laporan dari warga, langsung bergerak cepat mendatangi lokasi.

Politisi Partai Golkar ini tiba di RSUD dan meninjau langsung ruang operasi yang atapnya ambruk.

“Salah satu bangunan yang ambruk adalah pelayanan pada ruang operasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Rizki saat berada di lokasi.

Menanggapi insiden yang berpotensi mengganggu pelayanan publik ini, Rizki Khairul Ichwan mengeluarkan instruksi tegas.

“Saya sudah menginstruksikan kepada RSUD Cilegon agar atap yang ambruk harus segera selesai perbaikannya malam ini agar tidak mengganggu pelayanan medis,” tegas Rizki.

Lebih dari sekadar perbaikan, insiden ini memicu kekhawatiran serius mengenai kualitas bangunan lainnya.

Rizki kemudian mendesak Walikota Cilegon melalui OPD terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh bangunan yang ada di RSUD Kota Cilegon.

“Saya mendorong agar segera dilakukan audit kepada seluruh bangunan yang ada di RSUD agar tidak terjadi ambruk susulan,” tandasnya.

 Baca Juga: Tragis! Bocah 9 Tahun Hanyut di Sungai Ciujung-Serang, Tim SAR Kerahkan Penyelaman hingga Penyisiran Darat

Momen Hakordia: Direktur RSUD dan Walikota Cilegon Dilaporkan ke KPK

Hanya berselang beberapa hari, insiden atap ambruk ini memicu bola salju yang lebih besar, menyeret persoalan ini ke ranah hukum.

Tepat pada momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, sebuah kelompok yang menamakan diri Solidaritas Mahasiswa Demokrasi (SMD) mengajukan laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (9/12).

Laporan tersebut menyoroti dugaan penyimpangan dalam pembangunan Gedung Medical Center Tahap 2 RSUD Cilegon.

Dalam laporannya, SMD mencantumkan nama Direktur RSUD Cilegon dan Walikota Cilegon, serta menyorot nama perusahaan pelaksana, PT Wirabaya Nusantara Permai.

Koordinator SMD, Yanto, menyatakan bahwa ambruknya plafon ruang operasi, yang terjadi tak lama setelah ruangan tersebut digunakan, adalah indikator kuat adanya masalah mutu konstruksi.

“Kami menduga kuat bahwa ada penyimpangan serius dalam proyek ini. Kerusakan ruang operasi adalah sinyal kuat bahwa ada proses yang tidak beres. Hal ini bukan hanya soal anggaran, tetapi soal keselamatan masyarakat dan kualitas layanan kesehatan,” tegas Yanto.

 Baca Juga: Dishub Klaim Penumpang Si Benteng Meningkat, DPRD Soroti Pengawasan dan Efektivitas Trayek

Dugaan "Peminjaman Bendera" Perusahaan

SMD juga mengungkap dugaan praktik lancung dalam pelaksanaan proyek, yakni adanya "peminjaman bendera" perusahaan.

PT Wirabaya Nusantara Permai diduga menyerahkan penggunaan nama perusahaan kepada pihak lain dengan skema pembagian nilai proyek

Menurut SMD, skema ini mengakibatkan pekerjaan tidak ditangani oleh pihak yang kompeten atau berwenang penuh, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi hasil pekerjaan dan menjadi penyebab lemahnya kualitas bangunan, termasuk atap yang ambruk.

SMD telah menyerahkan bukti permulaan berupa sejumlah dokumen kepada KPK dan mendesak lembaga antirasuah itu untuk melakukan penelusuran menyeluruh.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Cilegon mendapatkan fasilitas kesehatan yang aman dan berkualitas.

Jika memang ada pihak-pihak yang bermain dalam proyek vital seperti ini, mereka harus dimintai pertanggungjawaban,” pungkasnya.

 Baca Juga: Kamboja Resmi Tarik Mundur Semua Atlet dari SEA Games 2025 Thailand, Ini Alasannya

Sorotan Publik

Insiden atap ambruk ini kini menjadi perhatian ganda bagi publik Cilegon.

Selain masalah teknis yang memerlukan perbaikan cepat, tuntutan transparansi dan akuntabilitas terhadap proyek pembangunan Gedung Medical Center Tahap 2 kini menjadi fokus utama, mengingat hal ini menyangkut keamanan dan kualitas layanan kesehatan masyarakat (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman