Viral! Sindiran Tajam Paus Leo XIV Soal Perang yang Bikin Donald Trump Meradang

Ringkasan Berita
Inti Ketegangan: Paus Leo XIV menegaskan bahwa Tuhan tidak memberkati penyuka perang, yang dianggap sebagai sindiran langsung terhadap kebijakan militer AS.
Reaksi Trump: Donald Trump menyerang balik dengan menyebut Paus "lemah" dan "buruk dalam politik luar negeri."
Poin Kontroversial: Trump mengklaim jabatan kepausan Leo XIV dipengaruhi oleh konstelasi politik Amerika Serikat.
AKURAT BANTEN – Dunia maya tengah dihebohkan oleh perseteruan terbuka antara dua tokoh paling berpengaruh di planet ini.
Tak butuh waktu lama, Donald Trump langsung bereaksi keras, memicu gelombang diskusi panas di berbagai platform media sosial.
Baca Juga: Anggaran BBM Tembus Rp178,45 Miliar, Pemkot Tangerang Klaim WFH Jadi Solusi Efisiensi
"Tuhan Tidak Memberkati Tangan yang Berlumur Darah"
Dalam sebuah audiensi di Lapangan Santo Petrus yang kini videonya viral di berbagai kanal berita, Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian dengan nada yang tidak biasa.
Beliau menekankan bahwa klaim-klaim religius sering kali disalahgunakan untuk membenarkan agresi militer.
"Yesus adalah Raja Damai, bukan pemimpin bala tentara untuk kehancuran," ujar Paus. Ia menambahkan bahwa doa-doa yang dipanjatkan di atas puing-puing peperangan tidak akan sampai ke langit.
"Tuhan tidak memberkati mereka yang gemar perang. Yesus tidak akan mendengarkan doa-doa orang yang menghunus pedang dan menjatuhkan bom. Kekuasaan sejati bukan terletak pada berapa banyak nyawa yang bisa diakhiri, melainkan berapa banyak kedamaian yang bisa dibangun." — Paus Leo XIV dalam Pesan Apostoliknya.
Baca Juga: AS Minta Iran Stop Nuklir 20 Tahun, Teheran Langsung Menolak, Ini Alasannya
Trump Meradang: "Saya Bukan Fans Paus!"
Pernyataan dari Takhta Suci ini rupanya membuat telinga Donald Trump merah. Melalui media sosial miliknya, Trump langsung melancarkan serangan balasan.
Ia merasa pesan Paus tersebut adalah upaya untuk memojokkan langkah politik luar negeri Amerika yang selama ini ia gaungkan.
Baca Juga: Update BPS 2026: 11 Ribu Penerima Bansos Dicoret Akibat 'Inclusion Error', Apa Itu?
Trump menyebut bahwa Paus Leo XIV terlalu liberal dan tidak memahami realitas dunia yang kejam.
Dalam sebuah wawancara singkat di Joint Base Andrews, Trump bahkan tidak segan-segan merendahkan kredibilitas sang Paus.
"Dia (Paus) sangat buruk dalam kebijakan luar negeri. Dia berada di sana hanya karena mereka pikir itu cara terbaik untuk berurusan dengan saya. Jika saya tidak berada di Gedung Putih, mungkin dia tidak akan pernah terpilih menjadi Paus." — Donald Trump dalam konferensi pers.
(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










