Banten

Cilegon Gempar! Puluhan ASN Cilegon Terjerat Skandal Perselingkuhan, Whatsapp Wakil Walikota Banjir Curhatan Istri

Saeful Anwar | 17 Desember 2025, 17:19 WIB
Cilegon Gempar! Puluhan ASN Cilegon Terjerat Skandal Perselingkuhan, Whatsapp Wakil Walikota Banjir Curhatan Istri

Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengungkap skandal mengejutkan: puluhan ASN Cilegon dilaporkan berselingkuh hingga nikah siri. Simak curhatan pilu para istri

AKURAT BANTEN – Di balik seragam cokelat yang melambangkan kewibawaan dan pelayanan publik, tersimpan sebuah ironi yang menyesakkan.

Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, membongkar tabir gelap perilaku indisipliner puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon yang terjerat skandal perselingkuhan.

Pernyataan menohok ini disampaikan Fajar di hadapan publik dalam peringatan Hari Ibu yang digelar oleh DP3AP2KB Kota Cilegon, Selasa (16/12/2025).

Bukan sekadar isu, Fajar mengaku kantong ponselnya kerap bergetar menerima pesan singkat (WA) dari para istri ASN yang mengadu sambil berurai air mata.

Baca Juga: SUARA EMAS DARI CILEGON: Muhammad Alvino Guncang Panggung Nasional, Raih Juara 1 MTQ PAI Fair Kemenag RI!

"Ponsel Saya Penuh Curhatan Istri"

Selama 10 bulan menjabat, Fajar mengaku terkejut dengan banyaknya aduan yang masuk ke nomor pribadinya.

Mayoritas laporan datang dari para istri yang menjadi korban pengkhianatan rumah tangga.

"Berdasarkan informasi yang saya terima dari BKPSDM, ada puluhan ASN Kota Cilegon yang melakukan perselingkuhan. Kalau data ya itu curhat, ya, ada puluhan yang WA saya. Kebanyakan di level bawah, kalau dari pejabat tinggi belum ada," ungkap Fajar blak-blakan.

Fajar menyoroti bahwa pernikahan adalah ikatan suci yang seharusnya dijaga, bukan dikhianati saat badai masalah datang.

Ia merasa miris melihat abdi negara yang seharusnya menjadi teladan masyarakat, justru "kabur" dari tanggung jawab dan memilih jalur perselingkuhan hingga nikah siri.

Baca Juga: Gebrakan Akhir Tahun! Bapenda Pandeglang 'Jemput Bola' dan Gandeng Kejaksaan Kejar Tunggakan Pajak, PBB Jadi Sorotan Utama

Dilema Moral dan Kebuntuan Mediasi

Meski memegang data dan aduan, Fajar mengaku berada di posisi yang sulit.

Ia menyadari bahwa urusan dapur rumah tangga bersifat privat, namun predikat ASN melekatkan tanggung jawab moral yang tak bisa dilepaskan.

“PNS itu kan contoh, PNS itu melayani. Kalau (urusan keluarga saja) kabur-kaburan, gimana? Ini ironis sekali. Masalah keluarga memang urusan pribadi, tapi sebagai PNS ada nilai moral yang harus dijaga,” tegas politisi PPP tersebut.

Pemkot Cilegon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sebenarnya tidak tinggal diam.

Namun, proses mediasi sering kali berujung jalan buntu. Fajar membeberkan dinamika yang terjadi di ruang mediasi: kadang suami mangkir, atau sebaliknya, sang istri sudah terlanjur sakit hati hingga menolak bertemu.

Baca Juga: Skandal Atap Ambruk RSUD Cilegon: Ketua DPRD Gercep Audit Bangunan, Aroma Korupsi Proyek Medical Center Mencuat

Pesan Menohok di Hari Ibu: "Jangan Main Lari Begitu Saja"

Momentum Hari Ibu ini dimanfaatkan Fajar untuk memberikan teguran keras bagi para suami di lingkungan Pemkot Cilegon.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pria tidak lepas dari doa dan dukungan istri.

"Kalau misalnya takut tidak bisa membahagiakan, ya tidak perlu ditinggal pergi nikah siri sama orang lain. Tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah itu harus ada. Bisa diobrolin, bisa minta maaf, jangan main lari begitu saja," pungkasnya dengan nada tajam.

Kini, bola panas ada di tangan BKPSDM untuk menindaklanjuti puluhan kasus ini.

Publik pun menanti, apakah sanksi tegas akan dijatuhkan demi menjaga integritas dan marwah Pemerintah Kota Cilegon dari oknum-oknum "nakal" yang mencederai nilai-nilai kekeluargaan (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman