Skandal Perselingkuhan Oknum Disdik Bogor: Sanksi Pemecatan dan Pesan Menohok Bupati Rudy Susmanto

AKURAT BANTEN – Jagat maya sempat diguncang oleh video memilukan: seorang anak yang menangis histeris saat memergoki ayah kandungnya berselingkuh.
Mirisnya, sang ayah dan wanita simpanannya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.
Kini, drama domestik yang viral tersebut berakhir di meja hijau birokrasi dengan keputusan yang sangat tegas.
Ketegasan Tanpa Kompromi: Dipecat dengan Hormat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak main-main dalam menjaga integritas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengonfirmasi bahwa dua ASN yang terlibat—masing-masing menjabat sebagai Pengawas SD dan SMP—telah resmi dijatuhi sanksi disiplin terberat.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021, keduanya dijatuhi hukuman pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.
"Kami telah menindaklanjuti rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Terhitung sejak keputusan ditetapkan, keduanya tidak lagi menjalankan tugas sebagai ASN. Ini adalah komitmen kami menjaga kepercayaan publik," tegas Ajat dalam keterangan resminya, Minggu (21/12/2025).
Baca Juga: GUCI BERDUKA: Detik-detik Banjir Bandang 'Menelan' Pancuran 13, Wisata Legendaris Tegal Kini Lumpuh
Nila Setitik, Jangan Merusak Susu Sebelanga
Polemik ini memicu respons langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Di tengah sorotan tajam publik, Rudy meminta masyarakat untuk tetap objektif.
Ia menegaskan bahwa perilaku menyimpang satu-dua oknum tidak mencerminkan wajah asli ribuan abdi negara di Bumi Tegar Beriman.
“Dari sekitar 26 ribu ASN di Kabupaten Bogor, tentu tidak ada yang sempurna. Namun, jangan karena ulah satu, dua, atau tiga orang, ribuan lainnya dipukul rata,” ujar Rudy dengan nada tenang namun tegas.
Rudy mengingatkan bahwa di luar sana, masih banyak guru yang tulus menyayangi muridnya dan tenaga medis yang bertaruh nyawa melayani masyarakat.
Menurutnya, kasus ini harus menjadi momentum evaluasi total, bukan ajang generalisasi yang menyudutkan profesi ASN secara keseluruhan.
"Jadikan ini pelajaran pahit. Kita wajib menjaga amanah dan kehormatan sebagai pelayan masyarakat dengan mengedepankan integritas," tambah Rudy.
Kronologi yang Mengiris Hati
Kasus ini meledak setelah video amatir yang direkam oleh anak kandung salah satu pelaku viral di media sosial.
Dalam video tersebut, sang anak meluapkan emosinya saat mendapati ayahnya tinggal satu rumah dengan wanita lain yang disebut sebagai istri siri.
Kekecewaan sang anak memuncak karena rumah yang seharusnya menjadi milik keluarga sah, justru dihuni oleh sang ayah bersama selingkuhannya yang juga rekan sejawat di Disdik.
Publik yang geram sempat menuntut agar instansi terkait tidak memberikan promosi jabatan, melainkan sanksi tegas yang memberikan efek jera.
Langkah Pembersihan Internal
Proses hukum administratif ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemeriksaan Inspektorat hingga tim pemeriksa khusus.
Meskipun kedua oknum diberikan waktu 14 hari untuk mengajukan banding administratif, Pemkab Bogor memastikan pelayanan publik tetap berjalan profesional tanpa gangguan dari polemik moral ini.
Kini, babak baru penegakan disiplin di Kabupaten Bogor telah dimulai.
Langkah pemecatan ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh ASN bahwa etika dan integritas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







