Banten

Gempa M 7,4 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Indonesia Aman dari Ancaman Tsunami

Riski Endah Setyawati | 20 April 2026, 19:15 WIB
Gempa M 7,4 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Indonesia Aman dari Ancaman Tsunami
Ilustrasi Seismograf (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Jepang pada Senin siang dan langsung memicu kewaspadaan terhadap potensi tsunami di sejumlah kawasan pesisir.

Peristiwa ini terjadi tepatnya pada 20 April 2026 pukul 14.52 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 100 kilometer timur laut Miyako di pesisir timur Pulau Honshu.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyampaikan bahwa berdasarkan analisis awal, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk.

Baca Juga: Harga LPG Nonsubsidi Melonjak 19 Persen, Bahlil Tegaskan Ikuti Mekanisme Pasar Global

Karakteristik gempa menunjukkan mekanisme patahan naik yang kerap berasosiasi dengan potensi tsunami di wilayah terdekat dari pusat gempa.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa dampak gelombang tsunami dari kejadian ini tidak menjangkau perairan Indonesia sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.

“Hasil analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan.

Baca Juga: Cair Lebih Cepat! Bansos PKH dan BPNT Triwulan II 2026 Sudah Masuk Rekening, Cek NIK Anda Sekarang!

Sementara itu, otoritas meteorologi Jepang, Japan Meteorological Agency, segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah pesisir dengan tingkat kewaspadaan berbeda.

Status AWAS diberlakukan di kawasan tengah pantai Pasifik Hokkaido, pesisir Pasifik Prefektur Aomori, serta wilayah Prefektur Iwate yang dinilai berpotensi terdampak langsung.

Di sisi lain, beberapa wilayah lain seperti bagian timur dan barat pantai Pasifik Hokkaido, pesisir Laut Jepang di Prefektur Aomori, serta Prefektur Miyagi dan Fukushima berada dalam status SIAGA.

Baca Juga: Iran Tak Main-main! Sumpah Balas Dendam Teheran Usai Kapalnya Ditembaki Pasukan AS

Pemantauan sementara yang dilakukan BMKG melalui sensor muka air laut mencatat adanya kenaikan permukaan air setinggi 60 sentimeter di Miyako sekitar pukul 15.30 WIB.

Kenaikan tersebut menunjukkan adanya aktivitas gelombang laut yang terdeteksi, meskipun skalanya masih dalam kategori lokal dan tidak meluas.

BMKG terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi guna memastikan tidak ada perubahan signifikan yang berpotensi memengaruhi wilayah Indonesia.

Baca Juga: Terungkap! Alasan Megawati Sempat Tak Mau Teken Pencalonan Jokowi Jika Bukan JK Wakilnya

Masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir, diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Selain itu, penting bagi publik untuk hanya mengandalkan informasi resmi dari instansi terkait agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu.

Hingga saat ini, kondisi di Indonesia dilaporkan aman dan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya dampak lanjutan dari gempa besar yang terjadi di Jepang tersebut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.