Banten

Gempa Dahsyat 7,6 Magnitudo Guncang Filipina, BMKG Peringatkan Sulut dan Papua Berpotensi Tsunami

Andi Syafrani | 10 Oktober 2025, 10:27 WIB
Gempa Dahsyat 7,6 Magnitudo Guncang Filipina, BMKG Peringatkan Sulut dan Papua Berpotensi Tsunami

AKURAT BANTEN - Kabar duka datang dari Filipina, di mana gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 7,6 mengguncang Pulau Mindanao pada Jumat (10/10) pagi.

Guncangan kuat ini tak hanya dirasakan oleh warga Filipina, tetapi juga sampai ke beberapa wilayah di bagian utara Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan sigap mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Papua.

 Baca Juga: KEJAM! Pegawai Minimarket Ditemukan Tewas di Citarum Karawang Tepat di Hari Ulang Tahun, Pelaku Pembunuhan Ternyata Teman Sendiri

Menurut keterangan resmi dari BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 40 kilometer tenggara Mindanao. Gempa ini berpotensi memicu pergerakan air laut yang bisa berdampak hingga ke wilayah timur Indonesia, terutama daerah-daerah yang berdekatan dengan Filipina. 

"Peringatan tsunami dikeluarkan sebagai respons cepat terhadap gempa M7,6 yang mengguncang Mindanao," demikian pernyataan resmi dari BMKG.

Lembaga tersebut memperkirakan potensi tsunami dengan ketinggian maksimal 50 sentimeter di beberapa titik pesisir Indonesia.

 Baca Juga: JANGAN KAGET! RI Stop Impor Beras 3 Bulan ke Depan, Mentan Umumkan Sinyal Kuat Swasembada Lebih Cepat dari Target Prabowo

Beberapa wilayah di Sulawesi Utara seperti Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Minahasa Utara bagian selatan, dan Minahasa bagian selatan masuk dalam kategori waspada tsunami.

Berdasarkan pemodelan BMKG, gelombang laut diperkirakan tiba di Talaud sekitar pukul 09.59 WITA, Bitung sekitar 10.49 WITA, Minahasa Utara bagian selatan pada 11.01 WITA, dan Minahasa bagian selatan pada 11.02 WITA.

Tak hanya Sulawesi Utara, wilayah Papua, khususnya Kabupaten Supiori, juga termasuk dalam daftar daerah yang perlu waspada.

BMKG memprediksi gelombang tsunami berpotensi tiba di wilayah tersebut sekitar pukul 12.26 WIT. Warga di sepanjang pesisir diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan menjauhi pantai sampai ada informasi resmi lebih lanjut.

 Baca Juga: Satu Nelayan Asal Tangerang Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Kepulauan Seribu

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gelombang tsunami yang dipicu gempa besar dapat menjalar dengan cepat, terutama di kawasan perairan yang terhubung seperti Laut Filipina dan Laut Sulawesi. Koordinasi lintas negara menjadi sangat penting agar sistem peringatan dini dapat berjalan efektif.

BMKG terus memantau pergerakan muka laut melalui sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Jika tidak ada kenaikan signifikan pada tinggi muka air laut, status peringatan akan segera diperbarui dan disesuaikan.

Pemerintah daerah di Sulawesi Utara juga bergerak cepat menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Sejumlah warga di pesisir Bitung dan Talaud dilaporkan sudah mengungsi ke area yang lebih tinggi.

Aparat setempat mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap potensi gempa susulan atau perubahan permukaan air laut yang tidak biasa.

 Baca Juga: Ribuan Warga Padati Masjid Al-Amjad, Doa Bersama Abuya Muhtadi Warnai HUT ke-393 Kabupaten Tangerang

Gempa besar di Mindanao ini menambah daftar panjang kejadian serupa di kawasan tersebut. Filipina memang dikenal sebagai wilayah rawan gempa karena berada di jalur Cincin Api Pasifik, area dengan aktivitas tektonik tinggi yang juga meliputi Indonesia bagian timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mindanao telah mengalami beberapa gempa signifikan yang memicu gelombang kecil hingga menimbulkan kerusakan lokal.

 Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 8%: Pemerintah Genjot Investasi dan Talenta Lokal untuk Saingi Negara Maju

Syukurlah, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut, baik di Filipina maupun wilayah Indonesia terdekat.

Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat di daerah pesisir utara Sulawesi dan Papua untuk terus memantau perkembangan informasi dari lembaga resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC