Banten

BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Benarkah Tak Goyang Inflasi? Ini Penjelasannya

Varin VC | 21 April 2026, 17:24 WIB
BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Benarkah Tak Goyang Inflasi? Ini Penjelasannya
Ilustrasi BBM Non subsidi (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi sorotan publik setelah tiga produk unggulan mengalami lonjakan cukup tinggi.

Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tercatat mengalami kenaikan harga di kisaran 48 hingga 67 persen, memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

Baca Juga: Diduga Gegara Bakar Sampah Sembarangan, Bengkel di Cengkareng Ludes Dilahap Api

Namun di tengah kekhawatiran tersebut, sejumlah ekonom menilai dampaknya terhadap inflasi nasional tidak akan terlalu signifikan.

Ekonom senior dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menjelaskan bahwa profil pengguna BBM nonsubsidi cenderung berasal dari kalangan menengah ke atas.

Kelompok ini, menurutnya, memiliki daya beli yang relatif lebih kuat sehingga perubahan harga BBM tidak langsung mengganggu pola konsumsi utama mereka.

Baca Juga: China Kirim Kapal Induk ke Selat Taiwan, Tantang Kekuatan Sekutu AS

Selain itu, kendaraan yang menggunakan BBM jenis ini umumnya bukan bagian dari rantai distribusi kebutuhan pokok, sehingga efek domino terhadap harga barang sehari-hari dinilai minim.

Artinya, lonjakan harga BBM nonsubsidi tidak otomatis menyebabkan harga bahan pangan atau kebutuhan dasar masyarakat ikut melonjak.

Meski begitu, Ishak tidak menutup kemungkinan adanya pergeseran konsumsi, di mana sebagian pengguna beralih ke BBM subsidi yang lebih terjangkau.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mendidih! Ketegangan Selat Hormuz Memanas usai Isu Trump Sita Kapal Iran

Namun pergeseran ini diperkirakan terbatas dan belum cukup besar untuk mengganggu keseimbangan ekonomi secara keseluruhan.

Di sisi lain, pemerintah tetap diharapkan memantau dinamika ini dengan cermat agar tidak terjadi tekanan berlebih pada distribusi BBM subsidi.

Apalagi, jika perpindahan konsumsi terjadi secara masif, potensi beban anggaran negara bisa meningkat.

Baca Juga: Trump Ancam Iran Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata: Banyak Bom Akan Meledak!

Beberapa pengamat juga menilai kenaikan ini lebih berdampak pada gaya hidup dan biaya operasional individu dibandingkan sektor riil yang menyentuh masyarakat luas.

Pengguna kendaraan pribadi dengan spesifikasi tinggi kemungkinan akan merasakan langsung kenaikan biaya bahan bakar.

Sementara itu, sektor transportasi umum dan logistik yang lebih banyak menggunakan BBM subsidi diperkirakan tetap stabil.

Dengan kondisi tersebut, inflasi nasional diproyeksikan tetap terkendali dalam jangka pendek.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan

Meski demikian, faktor lain seperti harga pangan, nilai tukar rupiah, dan kondisi global tetap menjadi variabel yang lebih dominan dalam memengaruhi inflasi.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini pada akhirnya lebih mencerminkan penyesuaian pasar energi dibandingkan ancaman langsung terhadap ekonomi masyarakat luas.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Varin VC
Reporter
Varin VC
Varin VC
Editor
Varin VC