BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Benarkah Tak Goyang Inflasi? Ini Penjelasannya

AKURAT BANTEN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi sorotan publik setelah tiga produk unggulan mengalami lonjakan cukup tinggi.
Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tercatat mengalami kenaikan harga di kisaran 48 hingga 67 persen, memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Baca Juga: Diduga Gegara Bakar Sampah Sembarangan, Bengkel di Cengkareng Ludes Dilahap Api
Namun di tengah kekhawatiran tersebut, sejumlah ekonom menilai dampaknya terhadap inflasi nasional tidak akan terlalu signifikan.
Ekonom senior dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menjelaskan bahwa profil pengguna BBM nonsubsidi cenderung berasal dari kalangan menengah ke atas.
Kelompok ini, menurutnya, memiliki daya beli yang relatif lebih kuat sehingga perubahan harga BBM tidak langsung mengganggu pola konsumsi utama mereka.
Baca Juga: China Kirim Kapal Induk ke Selat Taiwan, Tantang Kekuatan Sekutu AS
Selain itu, kendaraan yang menggunakan BBM jenis ini umumnya bukan bagian dari rantai distribusi kebutuhan pokok, sehingga efek domino terhadap harga barang sehari-hari dinilai minim.
Artinya, lonjakan harga BBM nonsubsidi tidak otomatis menyebabkan harga bahan pangan atau kebutuhan dasar masyarakat ikut melonjak.
Meski begitu, Ishak tidak menutup kemungkinan adanya pergeseran konsumsi, di mana sebagian pengguna beralih ke BBM subsidi yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mendidih! Ketegangan Selat Hormuz Memanas usai Isu Trump Sita Kapal Iran
Namun pergeseran ini diperkirakan terbatas dan belum cukup besar untuk mengganggu keseimbangan ekonomi secara keseluruhan.
Di sisi lain, pemerintah tetap diharapkan memantau dinamika ini dengan cermat agar tidak terjadi tekanan berlebih pada distribusi BBM subsidi.
Apalagi, jika perpindahan konsumsi terjadi secara masif, potensi beban anggaran negara bisa meningkat.
Baca Juga: Trump Ancam Iran Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata: Banyak Bom Akan Meledak!
Beberapa pengamat juga menilai kenaikan ini lebih berdampak pada gaya hidup dan biaya operasional individu dibandingkan sektor riil yang menyentuh masyarakat luas.
Pengguna kendaraan pribadi dengan spesifikasi tinggi kemungkinan akan merasakan langsung kenaikan biaya bahan bakar.
Sementara itu, sektor transportasi umum dan logistik yang lebih banyak menggunakan BBM subsidi diperkirakan tetap stabil.
Dengan kondisi tersebut, inflasi nasional diproyeksikan tetap terkendali dalam jangka pendek.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan
Meski demikian, faktor lain seperti harga pangan, nilai tukar rupiah, dan kondisi global tetap menjadi variabel yang lebih dominan dalam memengaruhi inflasi.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini pada akhirnya lebih mencerminkan penyesuaian pasar energi dibandingkan ancaman langsung terhadap ekonomi masyarakat luas.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









