Inflasi 3,01 Persen, Kota Tangerang Masuk Daftar 12 Besar Terbaik Versi Kemendagri

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang masuk dalam daftar 12 daerah dengan kinerja terbaik dalam pengendalian inflasi, sebagaimana disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar Kementerian Dalam Negeri pada Senin (27/4/2026).
Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir Balaw, pemerintah pusat menyoroti bahwa berbagai upaya konkret yang dilakukan sejumlah daerah mulai menunjukkan dampak positif, meskipun tekanan inflasi masih dirasakan di beberapa wilayah.
Kota Tangerang dinilai sebagai salah satu daerah yang aktif, konsisten, dan memiliki langkah terukur dalam menjaga stabilitas harga.
Baca Juga: Panas Roy Suryo Cs Desak Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan, Andi Azwan Bongkar Fakta Mengejutkan
Tomsi menegaskan, keberhasilan pengendalian inflasi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, daerah yang sigap merespons dinamika pasar serta mampu menjaga kelancaran distribusi barang menjadi kunci utama dalam menekan laju inflasi.
“Pengendalian inflasi membutuhkan gerak cepat, penguatan pasokan, serta distribusi yang lancar. Kolaborasi yang solid menjadi faktor penentu,” ujarnya.
Baca Juga: Rahasia Terbongkar Israel Diam-Diam Pasok Iron Dome ke Uni Emirat Arab Hadapi Iran
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat strategi, mulai dari pemantauan harga secara rutin, intervensi pasar saat diperlukan, hingga menjalin kerja sama antar daerah guna menjaga ketersediaan komoditas. Upaya tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan dan adaptif terhadap kondisi di lapangan.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada koordinasi, tetapi juga memastikan implementasi kebijakan berjalan langsung di masyarakat.
“Pemkot Tangerang tidak sekadar mengikuti arahan, tetapi memastikan langkah nyata dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” katanya.
Baca Juga: Viral Video Syur Gegerkan Publik Ini Dampak dan Risiko Hukum yang Mengintai
Berbagai langkah strategis telah dijalankan, di antaranya operasi pasar murah untuk menekan harga, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor guna mencegah penimbunan, serta kerja sama dengan daerah penghasil komoditas untuk menjaga kelancaran distribusi. Selain itu, Pemkot juga menggalakkan program gerakan menanam sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.
Dukungan lain diberikan melalui realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) serta penyediaan fasilitas transportasi dari APBD, seperti bus Tayo dan angkutan Si Benteng, guna memperlancar distribusi barang dan menjaga stabilitas harga di pasar.
Tak hanya itu, Pemkot Tangerang juga memanfaatkan teknologi dengan memperkuat sistem pemantauan harga berbasis digital melalui TPID. Hal ini memungkinkan pergerakan harga kebutuhan pokok dipantau secara cepat sehingga kebijakan dapat diambil secara tepat waktu.
Edukasi kepada masyarakat pun terus digencarkan agar lebih bijak dalam berbelanja dan menjaga pola konsumsi, sehingga keseimbangan permintaan di pasar tetap terjaga.
Berdasarkan data inflasi hingga Maret 2026, Kota Tangerang mencatat angka inflasi sebesar 3,01 persen (year on year). Capaian ini lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Banten sebesar 3,55 persen maupun nasional yang mencapai 3,48 persen. Meski demikian, sektor transportasi, bahan pangan, dan energi masih menjadi penyumbang utama inflasi.
Ke depan, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai strategi pengendalian inflasi demi menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap stabil.
Baca Juga: MacBook Ultra Siap Mengguncang Pasar Laptop Premium dengan Layar OLED dan Fitur Revolusioner
“Kami akan terus meningkatkan koordinasi dan memastikan kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Peran aktif masyarakat dan pelaku usaha juga sangat kami apresiasi dalam menjaga keseimbangan harga,” tutup Sachrudin.
Dengan berbagai inovasi dan langkah konkret yang dilakukan, Kota Tangerang diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga di wilayahnya, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengendalian inflasi di tingkat nasional. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








