Banten

Uya Kuya Geram! Gelar Sayembara Hadiah Uang Tunai, Bongkar Pelaku Penyebar Hoaks Jika Dirinya Memiliki 750 Dapur MBG

Cristina Malonda | 22 April 2026, 16:29 WIB
Uya Kuya Geram! Gelar Sayembara Hadiah Uang Tunai, Bongkar Pelaku Penyebar Hoaks Jika Dirinya Memiliki 750 Dapur MBG
Uya Kuya Buka Sayembara Bongkar Pelaku Penyebar Hoaks 750 Dapur MBG (Foto: Istimewa)

AKURAT BANTEN - Nama selebriti sekaligus anggota DPR RI, Surya Utama atau yang biasa dipanggil Uya Kuya kembali menjadi sorotan publik.

Uya Kuya merasa geram hingga gelar sayembara berhadiah uang tunai untuk mengungkap penyebar kabar bohong atau hoaks, yang menyeret namanya dalam isu kepemilikan ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut diambil Uya Kuya setelah dirinya melaporkan dugaan penyebaran hoaks ke Polda Metro Jaya terkait klaim palsu yang menyebut dirinya memiliki 750 dapur MBG.

Baca Juga: Kali Ciputat Diduga Tak Berfungsi, DPRD Tangsel Panggil Pengembang Bintaro XChange

Kasus ini resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan teregistrasi dengan nomor LP/B/2746/IV/2026/SPKT/Polda Metro Jaya pada 18 April 2026.

Dalam laporan itu, terdapat sejumlah akun media sosial yang diduga mengedit foto Uya Kuya dan menyebarkan narasi bahwa dirinya memiliki 750 dapur program MBG.

Konten tersebut kemudian viral dan memicu berbagai reaksi publik, meski informasi itu dipastikan tidak benar.

Baca Juga: Trump Sebut Iran Hanya 'Pencitraan' Ancam Tutup Selat Hormuz Usai Diblokade AS

Tak hanya menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian, Uya Kuya juga mengambil langkah tambahan dengan membuka sayembara untuk membantu proses pengungkapan pelaku.

Ia menawarkan imbalan uang tunai bagi siapa pun yang bisa memberikan data akurat mengenai pemilik akun penyebar hoaks tersebut.

“Saya bikin sayembara ya, kita bantu juga aparat penegak hukum. Kalau ada yang bisa memberitahu dan memberikan data yang akurat, lengkap, hubungi saya. Kalau terbukti saya kasih uang,” ujar Uya Kuya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21 April 2026).

Baca Juga: Taktik 'Cekik Leher' Trump: Gencatan Senjata Berlanjut, Tapi Perintahkan Militer Kepung Pelabuhan Iran!

Ia menegaskan bahwa hadiah yang disiapkan adalah sebesar Rp1 juta untuk setiap informasi valid yang benar-benar membantu pengungkapan pelaku.

“Rp1 juta masing-masing. Nah, kalau memang tepat ya, benar ya,” tambahnya.

Di balik langkah tegasnya, Uya Kuya mengaku memiliki alasan kuat mengapa ia tidak tinggal diam terhadap penyebaran hoaks tersebut.

Baca Juga: Abaikan Teguran, Ruko Jamu Penjual Miras di Pondok Pucung Digerebek, Ratusan Botol Miras Disita

Ia mengingat kembali pengalaman pahit yang dialaminya pada Agustus 2025, ketika rumahnya menjadi sasaran penjarahan.

Menurutnya, insiden tersebut dipicu oleh maraknya informasi palsu yang beredar luas di media sosial dan dipercaya sebagian masyarakat.

“Akhirnya waktu Agustus kemarin saya belajar dari pengalaman, beredarnya ribuan video hoaks dari video-video lama saya yang dijahit, dikasih tambahan narasi macam-macam,” ungkapnya.

Baca Juga: Dana Rp28 Miliar Umat Gereja Dipastikan Kembali, BNI Janjikan Pengembalian Secepatnya

Uya Kuya menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan isu serupa terus berulang. Ia menolak keras berbagai narasi yang menurutnya tidak pernah ia ucapkan, namun disebarkan seolah-olah sebagai fakta.

“Itu kan bukan omongan saya, saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Tapi diproduksi secara masif dan orang akhirnya percaya,” tegasnya.

Karena itu, ia memutuskan untuk menempuh jalur hukum sekaligus aktif melibatkan masyarakat dalam mengumpulkan bukti.

Baca Juga: Detik-Detik Gencatan Senjata Habis! AS vs Iran Makin Panas, Sinyal Perang Terbuka Menguat

“Sekarang saya tidak mau tinggal diam lagi. Mau tidak mau saya laporkan,” lanjutnya.

Selain laporan utama, Uya Kuya juga mengungkap bahwa dirinya telah melaporkan sejumlah akun di berbagai platform media sosial seperti X, Threads, hingga Instagram ke unit siber Polda Metro Jaya.

Langkah ini diambil untuk mempercepat penelusuran identitas para pelaku penyebaran hoaks yang dianggap merugikan dirinya secara pribadi maupun publik.

Baca Juga: Terungkap! Sudah 7 Pekan Jenazah Ali Khamenei: Mengapa Teheran Belum Berani Menguburkan Sang Pemimpin?

“Iya, saya sudah laporkan ke Polda Metro Jaya di tim cyber pada Sabtu malam,” pungkasnya menambahkan. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.