Wacana Pajak Kapal Selat Malaka Muncul, Pemerintah Hitung Potensi Pemasukan Baru

AKURAT BANTEN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya peluang untuk menerapkan pungutan terhadap kapal yang melintasi Selat Malaka sebagai sumber pemasukan baru.
Gagasan tersebut muncul dengan mencontoh praktik yang telah diterapkan Iran di Selat Hormuz, yang lebih dulu mengenakan biaya kepada kapal yang melintas.
Menurut Purbaya, posisi Indonesia sebenarnya sangat strategis karena berada di jalur utama perdagangan serta distribusi energi dunia, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.
Baca Juga: Terungkap Modus Perjokian UTBK 2026 di Surabaya, Tiga Kampus Negeri Jadi Sorotan
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan geografis yang seharusnya bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi jika dikelola dengan tepat.
“Dan seperti arahan presiden, Indonesia ini bukan negara pinggiran, kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia,” kata Purbaya.
Dalam pandangannya, jika kebijakan serupa diterapkan di Selat Malaka, maka peluang peningkatan pendapatan negara terbuka cukup lebar.
Baca Juga: Dana Jemaat Rp 28 Miliar Digelapkan Eks Pejabat Bank, Polisi Telusuri Aliran Uang Hingga Australia
Tidak hanya Indonesia, skema tersebut juga memungkinkan pembagian hasil dengan negara lain yang berbatasan langsung dengan selat tersebut.
Purbaya menyebut bahwa kerja sama dengan Malaysia dan Singapura menjadi opsi realistis karena ketiganya memiliki wilayah di sekitar Selat Malaka.
“Kapal lewat Selat Malaka gak kita charge ya, sekarang Iran meng-charge kapal lewat Selat Hormuz, kalau kita bagi tiga Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Terungkap Modus Perjokian UTBK 2026 di Surabaya, Tiga Kampus Negeri Jadi Sorotan
Ia menjelaskan bahwa pembagian keuntungan dapat disesuaikan dengan panjang wilayah masing-masing negara yang dilalui jalur pelayaran tersebut.
Dalam skenario tersebut, Indonesia dan Malaysia berpotensi mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan Singapura karena cakupan wilayahnya lebih luas.
Meski demikian, Purbaya menekankan bahwa hingga saat ini Indonesia tidak memiliki kebijakan untuk memanfaatkan jalur pelayaran strategis sebagai sumber pungutan langsung.
Baca Juga: Terungkap Modus Perjokian UTBK 2026 di Surabaya, Tiga Kampus Negeri Jadi Sorotan
Ia juga memberi sinyal bahwa kebijakan seperti ini tidak sesederhana yang dibayangkan karena melibatkan berbagai pertimbangan, termasuk kerja sama internasional.
Selain itu, stabilitas hubungan antarnegara dan kelancaran arus perdagangan global juga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
“Kalau bisa seperti itu, tapi kan enggak begitu,” tutur Purbaya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun peluangnya ada, penerapan kebijakan ini masih membutuhkan kajian mendalam sebelum benar-benar direalisasikan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










