Banten

Terungkap Modus Perjokian UTBK 2026 di Surabaya, Tiga Kampus Negeri Jadi Sorotan

Riski Endah Setyawati | 22 April 2026, 19:10 WIB
Terungkap Modus Perjokian UTBK 2026 di Surabaya, Tiga Kampus Negeri Jadi Sorotan
Ilustrasi menulis (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Praktik kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer UTBK SNBT 2026 di Surabaya akhirnya terkuak setelah tiga perguruan tinggi negeri menemukan indikasi pelanggaran serius.

Kasus ini melibatkan dugaan perjokian dengan cara memanipulasi identitas peserta yang mengikuti ujian seleksi nasional tersebut.

Tiga kampus yang mendapati indikasi tersebut adalah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Universitas Airlangga, dan Universitas Negeri Surabaya.

Baca Juga: Pasar Mobil Diesel Bekas Mulai Lesu Tergerus Tren Hybrid

Di UPN Veteran Jawa Timur, kecurangan pertama kali terdeteksi saat ujian sesi awal.

Seorang peserta menunjukkan perilaku mencurigakan yang kemudian menarik perhatian pengawas ruang ujian.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan ketidaksesuaian antara identitas resmi dengan individu yang hadir mengikuti tes.

Baca Juga: Dana Jemaat Rp 28 Miliar Digelapkan Eks Pejabat Bank, Polisi Telusuri Aliran Uang Hingga Australia

Peserta tersebut diketahui mendaftar pada program studi kedokteran di Universitas Brawijaya dan Universitas Jember dengan lokasi ujian di UPN Veteran Jawa Timur.

Temuan ini langsung dicatat dalam berita acara dan dilaporkan kepada panitia pusat UTBK untuk ditindaklanjuti.

"Kami sudah mencatat dalam berita acara dan melaporkannya ke pusat. Saat ini masih kami proses secara internal," kata Staf Humas UPNVJT, Nizwan Amin.

Baca Juga: Berawal Niat Lihat Sunrise Berujung Duka, Pria Muda Tewas di Tebing Bali

Sementara itu, indikasi serupa juga terdeteksi di Universitas Airlangga Surabaya meski dengan pola yang sedikit berbeda.

Panitia menemukan adanya kesamaan foto peserta dengan data ujian tahun sebelumnya, yakni tahun 2025.

Namun, peserta yang bersangkutan tidak hadir dalam pelaksanaan ujian pada hari tersebut.

Baca Juga: Pasar Mobil Diesel Bekas Mulai Lesu Tergerus Tren Hybrid

"Fotonya terindikasi sama dengan peserta tahun 2025 sehingga sudah kami waspadai. Namun, yang bersangkutan tidak hadir di Unair," ujar Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol Unair, Pulung Siswantara.

Secara umum, pihak Unair memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan lancar tanpa adanya pelanggaran lain yang signifikan.

"Secara keseluruhan berjalan sesuai aturan. Tidak ada pelanggaran lain, hanya yang kami waspadai dari data panitia pusat tersebut," katanya.

Baca Juga: Pasar Mobil Diesel Bekas Mulai Lesu Tergerus Tren Hybrid

Kasus lain juga ditemukan di Universitas Negeri Surabaya dengan modus yang hampir serupa, yakni manipulasi identitas melalui penggantian foto peserta.

Pelaku diduga menggunakan identitas milik orang lain namun mengganti bagian foto dengan wajah orang yang mengerjakan ujian.

Peserta tersebut diketahui mendaftar pada program studi kedokteran di Universitas Negeri Malang.

Baca Juga: Berawal Niat Lihat Sunrise Berujung Duka, Pria Muda Tewas di Tebing Bali

"Modusnya menggunakan identitas yang dijoki. Namanya tetap nama peserta asli, tetapi fotonya diganti dengan orang yang mengerjakan ujian," ucap Wakil Rektor Unesa, Martadi.

Kecurangan ini terbongkar setelah panitia melakukan pencocokan data lintas tahun yang menunjukkan kejanggalan pada penggunaan foto yang identik namun dengan nama berbeda.

"Data ini kami bandingkan dengan tahun lalu, fotonya sama, tetapi namanya berbeda. Dari situ kami mulai curiga," ujarnya.

Baca Juga: Dana Jemaat Rp 28 Miliar Digelapkan Eks Pejabat Bank, Polisi Telusuri Aliran Uang Hingga Australia

Panitia kemudian melakukan verifikasi lanjutan hingga ke sekolah asal peserta guna memastikan keabsahan data.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto dalam dokumen tidak sesuai dengan identitas asli peserta.

Terduga pelaku sempat mengikuti ujian sebelum akhirnya diamankan untuk dimintai keterangan oleh pihak berwenang.

Baca Juga: Pasar Mobil Diesel Bekas Mulai Lesu Tergerus Tren Hybrid

"Sekarang sedang diproses di kepolisian. Sementara ini ditangani di Polsek untuk pendalaman lebih lanjut," ucapnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.