300 Ribu Lansia Diusulkan Terima MBG, Kemensos Siapkan Uji Coba Distribusi

AKURAT BANTEN - Sebanyak 300.000 lanjut usia (lansia) diusulkan menjadi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus memastikan kebutuhan gizi kelompok lansia rentan terpenuhi secara berkelanjutan.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, sasaran program diprioritaskan bagi lansia berusia 75 tahun ke atas yang hidup seorang diri serta penyandang disabilitas yang mengalami keterbatasan akses dalam pemenuhan gizi harian.
"Ini lagi kita matangkan terus konsepnya. Ini kan sedang bertransformasi, dulu permakanan untuk lansia dan penyandang disabilitas, kita ini akan bertransformasi untuk menyesuaikan dengan MBG," ujar Gus Ipul di Tangerang, Jumat (27/2/26).
Baca Juga: Tragedi Berdarah di Kelapa Gading: Adik Tewaskan Kakak, Ibu Histeris dan Trauma
Menurutnya, daftar calon penerima manfaat tersebut akan diajukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk diproses lebih lanjut.
Dalam waktu dekat, program akan memasuki tahap uji coba di sejumlah wilayah sebelum diterapkan secara luas.
"Kita harapkan secepatnya ya. Ini lagi mau uji coba dulu di beberapa titik," katanya.
Baca Juga: Daftar Film Bioskop Indonesia Terbaru yang Akan Tayang Maret 2026, ada Danur The Last Chapter
Sebelumnya, Kemensos telah melakukan simulasi program pada 2025 dengan melibatkan sekitar 100.000 penerima manfaat.
Dari hasil evaluasi, jumlah tersebut dinilai bisa ditingkatkan hingga 300.000 sampai 400.000 orang.
"Kemarin kami simulasi sekaligus mengusulkan kira-kira antara 300 sampai 400 ribu penerima manfaat. Ini akan lebih besar lagi," ungkapnya.
Baca Juga: Rokok Tanpa Cukai Dijual Terbuka di Tangerang, Bea Cukai Bersikukuh Tidak Tutup Mata
Dalam pelaksanaannya, pengolahan makanan bergizi bagi lansia tetap dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sementara distribusi akan melibatkan relawan sosial, termasuk Karang Taruna dan komunitas setempat.
"Petugas mengirim makanan itu, bisa dari Karang Taruna, bisa dari relawan-relawan, yang sekaligus kita harapkan nanti mereka bisa menjadi pengasuh atau perawat bagi para lansia," tuturnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D









