Banten

300 Ribu Lansia Diusulkan Terima MBG, Kemensos Siapkan Uji Coba Distribusi

David Amanda | 28 Februari 2026, 06:00 WIB
300 Ribu Lansia Diusulkan Terima MBG, Kemensos Siapkan Uji Coba Distribusi
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Sebanyak 300.000 lanjut usia (lansia) diusulkan menjadi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus memastikan kebutuhan gizi kelompok lansia rentan terpenuhi secara berkelanjutan.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, sasaran program diprioritaskan bagi lansia berusia 75 tahun ke atas yang hidup seorang diri serta penyandang disabilitas yang mengalami keterbatasan akses dalam pemenuhan gizi harian.

"Ini lagi kita matangkan terus konsepnya. Ini kan sedang bertransformasi, dulu permakanan untuk lansia dan penyandang disabilitas, kita ini akan bertransformasi untuk menyesuaikan dengan MBG," ujar Gus Ipul di Tangerang, Jumat (27/2/26).

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Kelapa Gading: Adik Tewaskan Kakak, Ibu Histeris dan Trauma

Menurutnya, daftar calon penerima manfaat tersebut akan diajukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk diproses lebih lanjut.

Dalam waktu dekat, program akan memasuki tahap uji coba di sejumlah wilayah sebelum diterapkan secara luas.

"Kita harapkan secepatnya ya. Ini lagi mau uji coba dulu di beberapa titik," katanya.

Baca Juga: Daftar Film Bioskop Indonesia Terbaru yang Akan Tayang Maret 2026, ada Danur The Last Chapter

Sebelumnya, Kemensos telah melakukan simulasi program pada 2025 dengan melibatkan sekitar 100.000 penerima manfaat.

Dari hasil evaluasi, jumlah tersebut dinilai bisa ditingkatkan hingga 300.000 sampai 400.000 orang.

"Kemarin kami simulasi sekaligus mengusulkan kira-kira antara 300 sampai 400 ribu penerima manfaat. Ini akan lebih besar lagi," ungkapnya.

Baca Juga: Rokok Tanpa Cukai Dijual Terbuka di Tangerang, Bea Cukai Bersikukuh Tidak Tutup Mata

Dalam pelaksanaannya, pengolahan makanan bergizi bagi lansia tetap dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara distribusi akan melibatkan relawan sosial, termasuk Karang Taruna dan komunitas setempat.

"Petugas mengirim makanan itu, bisa dari Karang Taruna, bisa dari relawan-relawan, yang sekaligus kita harapkan nanti mereka bisa menjadi pengasuh atau perawat bagi para lansia," tuturnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.