Pasar Mobil Diesel Bekas Mulai Lesu Tergerus Tren Hybrid

AKURAT BANTEN - Permintaan mobil diesel bekas di pasar otomotif Indonesia kini mulai menunjukkan penurunan yang cukup terasa.
Fenomena ini diakui langsung oleh pelaku usaha mobil bekas yang merasakan perubahan perilaku konsumen dalam beberapa waktu terakhir.
Seorang penjual di kawasan Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, menyebut bahwa minat terhadap mobil diesel tidak lagi setinggi beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Dana Jemaat Rp 28 Miliar Digelapkan Eks Pejabat Bank, Polisi Telusuri Aliran Uang Hingga Australia
Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan berteknologi hybrid.
Perubahan tren ini membuat mobil diesel perlahan kehilangan daya tarik, terutama di segmen kendaraan keluarga yang kini semakin mempertimbangkan efisiensi dan inovasi.
“Rada kurang sih sebenarnya karena pengaruh hybrid ya, jadi peminat diesel berkurang sekarang,” ujar Peter.
Baca Juga: Berawal Niat Lihat Sunrise Berujung Duka, Pria Muda Tewas di Tebing Bali
Ia menjelaskan bahwa penurunan ini sudah mulai terasa sejak mobil hybrid mulai masuk dan dikenal luas di pasar Indonesia.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, model-model diesel yang sebelumnya sangat populer mulai mengalami penurunan minat.
Beberapa di antaranya seperti Toyota Innova Diesel, Toyota Fortuner Diesel, hingga Mitsubishi Pajero Sport Diesel yang kini tidak lagi menjadi pilihan utama sebagian konsumen.
Baca Juga: Trump Sebut Iran Hanya 'Pencitraan' Ancam Tutup Selat Hormuz Usai Diblokade AS
“Oh udah dari pas mobil hybrid keluar, enggak lama diesel udah kurang dilirik kaya Innova, Fortuner, atau Pajero, mungkin ya karena sama-sama irit,” lanjutnya.
Meski demikian, kondisi ini tidak sepenuhnya membuat pasar mobil diesel bekas mati.
Peter menegaskan bahwa masih ada periode tertentu di mana permintaan kembali meningkat secara signifikan.
Baca Juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Tapi Iran Tetap Kunci Selat Hormuz Dunia Terancam?
Biasanya, lonjakan minat tersebut terjadi saat kebutuhan mobilitas masyarakat sedang tinggi, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
Momentum seperti Lebaran dan akhir tahun menjadi waktu yang paling terasa dalam mendongkrak kembali penjualan mobil diesel.
Pada periode tersebut, konsumen kembali mempertimbangkan mobil diesel karena dinilai tangguh dan efisien untuk perjalanan luar kota.
Baca Juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Tapi Iran Tetap Kunci Selat Hormuz Dunia Terancam?
“Di bulan Lebaran sama akhir tahun biasanya naik lagi, karena orang enggak terlalu khawatir dan solar juga banyak, apalagi buat perjalanan ke Jawa,” jelasnya.
Selain faktor kebutuhan, aspek citra juga masih menjadi pertimbangan bagi sebagian pembeli.
Mobil diesel seperti Innova, Fortuner, dan Pajero masih dianggap memiliki nilai prestise tersendiri saat digunakan untuk mudik.
Baca Juga: Berawal Niat Lihat Sunrise Berujung Duka, Pria Muda Tewas di Tebing Bali
“Konsumen juga lebih pede pakai Innova, Fortuner, atau Pajero, apalagi buat pulang kampung, lebih kelihatan prestise dibanding mobil lain,” tutupnya.
Dengan dinamika tersebut, pasar mobil diesel bekas kini terlihat sedang berada dalam fase penyesuaian.
Meski mendapat tekanan dari tren elektrifikasi dan hybrid, segmen ini tetap memiliki ceruk pasar tersendiri yang belum sepenuhnya tergantikan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









