Menu Minimalis MBG Tangerang Jadi Sorotan, SPPG Lakukan Evaluasi

AKURAT BANTEN - Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Tangerang sedang menjadi sorotan publik lantaran disajikan dengan menu yang minimalis. Sejumlah penerima manfaat menilai, porsi MBG yang disuguhkan itu tidak mencukupi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Menu minimalis dari makan bergizi gratis di sejumlah sekolah di Kabupaten Tangerang ini viral di media sosial. Beredar sebuah foto dan video yang diunggah oleh masyarakat dengan narasi protes. Sebab, MBG yang disajikan hanya dengan menu susu kotak, kacang dan pisang.
Di postingan lainnya menyebutkan, menu MBG di SDN Sukamulya 2 Kabupaten Tangerang, hanya meliputi roti, kacang, pisang, dan telur puyuh.
Baca Juga: Resmi THR Pensiunan PNS 2026 Cair 100 Persen, 3,8 Juta Orang Tersenyum Sambut Lebaran
Menanggapi permasalahan tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan menu yang akan disalurkan kepada penerima manfaat.
"Saya turut prihatin dengan adanya menu yang terjadi dalam artian menu minimalis, saya selaku koordinator meminta maaf atas ketidaknyamanan, pastinya kita terus melakukan perbaikan dan evaluasi dari setiap kejadian," ujar Priyo saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Mengenai isu ketidaksesuaian harga porsi MBG, Priyo menyebut, persoalan menu MBG yang minimalis tersebut dipengaruhi kenaikan harga beberapa komoditi pada saat bulan Ramadan, seperti telur, kurma, dan susu, sehingga berdampak pada struktur pembiayaan penyediaan menu oleh SPPG.
Baca Juga: Bak Petir di Siang Bolong, Ini Respons Pertama Fairuz A Rafiq Saat Tahu Kakaknya Ditangkap KPK
Ia menambahkan, alokasi anggaran MBG per porsinya ditetapkan minimal Rp8 ribu untuk balita dan siswa kelas 1-3 SD. Sedangkan menu untuk siswa kelas 4-6 SD, SMP, SMK, ibu hamil dan ibu menyusui ditetapkan sebesar Rp10 ribu per porsi.
Sebagai langkah antisipasi, Priyo menegaskan, pihaknya meminta para SPPG di Kabupaten Tangerang diminta untuk mencantumkan label harga pada setiap item makanan yang didistribusikan.
"Kita juga antisipasi dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memberikan penjrlasan ke orang tua atau wali murid agar mengetahui harga per item menu tersebut," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








