Berawal Niat Lihat Sunrise Berujung Duka, Pria Muda Tewas di Tebing Bali

AKURAT BANTEN - Polisi membeberkan rangkaian aktivitas seorang pria berinisial GFS (26) sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di area batu karang dekat Tebing Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Peristiwa tragis tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai penyebab pasti kematian korban.
Dari hasil penelusuran aparat, rekaman kamera pengawas di sekitar tempat tinggal korban menunjukkan bahwa ia keluar seorang diri dengan mengendarai sepeda motor.
Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi Mau Dihentikan, Refly Harun Tegas 'Kami Tak Akan Minta Maaf'
Perjalanan itu mengarah ke kawasan Pantai Melasti yang dikenal memiliki panorama laut dan tebing yang indah.
“Di Pantai Melasti arah ke laut terpantau seseorang berjalan sendiri, diduga korban, menyusuri pinggir pantai hingga menuju tebing saat air laut surut,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Informasi lain yang dihimpun menyebutkan bahwa sepeda motor yang digunakan korban merupakan kendaraan sewaan.
Baca Juga: Berhadiah Rp1 Juta! Uya Kuya Buka Sayembara Bongkar Pelaku Penyebar Hoaks 750 Dapur MBG
Pemilik rental mengungkapkan bahwa korban menyampaikan niatnya datang ke lokasi tersebut untuk menikmati pemandangan matahari terbit.
“Korban mengatakan memang sengaja pagi mau pergi ke Pantai Melasti untuk melihat matahari terbit,” kata Gede Adi.
Keterangan dari pihak keluarga juga menambah gambaran mengenai detik-detik terakhir korban.
Ibu korban menyebut anaknya sempat mengunggah kondisi laut dan tebing melalui media sosial.
Dalam unggahan tersebut, korban terlihat berada di atas bebatuan dengan latar ombak yang mulai membesar.
Fakta lain yang cukup penting, korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang.
Baca Juga: Berhadiah Rp1 Juta! Uya Kuya Buka Sayembara Bongkar Pelaku Penyebar Hoaks 750 Dapur MBG
Meski demikian, penyidik hingga kini belum dapat memastikan apakah korban terjatuh dari tebing atau terseret arus laut.
“Korban belum diketahui pasti mandi atau terjatuh,” jelasnya.
Rekaman CCTV yang dikumpulkan menunjukkan korban berjalan sendiri menyusuri garis pantai ke arah barat sebelum akhirnya menghilang dari pantauan.
Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi Mau Dihentikan, Refly Harun Tegas 'Kami Tak Akan Minta Maaf'
Sementara itu, proses evakuasi dilakukan setelah jasad korban ditemukan di area karang di bawah tebing.
Pihak keluarga memilih untuk menerima kejadian ini sebagai musibah tanpa mengajukan proses autopsi lebih lanjut.
“Peristiwa ini merupakan sebuah musibah bagi keluarga,” ujar pihak kepolisian.
Keluarga juga telah membuat pernyataan resmi untuk tidak melakukan autopsi dan berencana segera membawa jenazah ke kampung halaman.
Rasa duka mendalam menyelimuti keluarga yang harus kehilangan anggota tercinta dalam kejadian yang terjadi secara mendadak ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









