Perang Iran Berlanjut? Israel Tunggu Lampu Hijau AS untuk Serangan Militer ke Teheran

AKURAT BANTEN - Ketegangan yang terjadi antara Israel dan Iran kembali memanas. Dibeberkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahwa negaranya telah siap melanjutkan serangan militer skala besar untuk melanjutkan perang.
Dalam pernyataan terbarunya yang dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (24/4/2026), Katz menyebut seluruh target strategis telah dipetakan secara matang.
Katz secara terbuka menyatakan bahwa Israel kini menanti lampu hijau dari Amerika Serikat sebelum melancarkan serangan lanjutan.
Baca Juga: Trump Siap Buka Blokade Selat Hormuz Jika Iran Setujui Kesepakatan dengan AS
Ia bahkan melontarkan pernyataan keras terkait ambisi menghancurkan kepemimpinan Iran.
Menurutnya, operasi militer tidak hanya bertujuan melemahkan Iran, tetapi juga menargetkan struktur kekuasaan yang dipimpin oleh Ali Khamenei.
“Kami menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat, terutama untuk mengakhiri dinasti Khamenei, serta melumpuhkan Iran dengan menghancurkan fasilitas energi, listrik, dan infrastruktur ekonominya,” tegas Katz.
Baca Juga: Kartini di Balik Seragam: Kompol Susida, Kepemimpinan Empatik dari Polsek Ciledug
Ia juga memperingatkan bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih brutal. “Serangan selanjutnya akan berbeda dan jauh lebih mematikan,” tambahnya.
Upaya diplomasi untuk meredakan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih belum menunjukkan titik terang.
Konflik yang telah berlangsung ini tidak hanya memicu korban jiwa dalam jumlah besar, terutama di Iran dan Lebanon, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi global.
Meski Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, tekanan militer tetap dilanjutkan.
Sementara itu, pihak Iran bersikap skeptis dan menyebut perpanjang gencatan tersebut sebagai taktik.
Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menilai langkah AS tidak memiliki arti nyata.
Menurutnya perpanjangan gencatan senjata hanya strategi untuk menunda serangan.
Baca Juga: Satpol PP Kota Tangerang Cabut Segel PT ESA Jaya Saputra Meski Izin Masih Dalam Proses
“Perpanjangan ini tidak berarti apa-apa. Ini jelas taktik untuk mengulur waktu sebelum serangan mendadak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Iran harus mulai mengambil inisiatif dalam menghadapi situasi tersebut.
Dengan meningkatnya retorika keras dari kedua pihak dan minimnya kemajuan diplomasi, situasi di kawasan Timur Tengah kini berada di titik rawan.
Dunia internasional pun terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi meluas dan berdampak besar terhadap stabilitas global. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










