Banten

KNPI Tangsel Serahkan Rekomendasi Warga Terdampak TPA Cipeucang ke Pemkot

Irsyad Mohammad | 2 Januari 2026, 19:05 WIB
KNPI Tangsel Serahkan Rekomendasi Warga Terdampak TPA Cipeucang ke Pemkot

AKURAT BANTEN - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyampaikan surat rekomendasi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Penyerahan surat tersebut dilakukan pada Jumat (2/1/2026) di Kantor Pemkot Tangsel dan ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Surat rekomendasi tersebut memuat aspirasi warga terdampak yang sebelumnya dihimpun melalui Kotak Aspirasi dalam kegiatan 'Jumat Berkah di Kaki Gunung Sampah' pada Desember 2025.

Organisasi Kepemudaan itu menyebut langkah ini sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti secara resmi oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: ‘Membayar untuk Hangus’: Pasangan Suami Isteri, Menggugat Skandal Rp 63 Triliun Kuota Internet ke Mahkamah Konstitusi

Sekretaris Umum DPD KNPI Tangsel, Chalid Mawardi, menegaskan bahwa penyampaian surat rekomendasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi terhadap keresahan warga di sekitar TPA Cipeucang.

"Hari ini kami datang tidak dengan tangan kosong. Surat rekomendasi ini lahir dari rahim keresahan warga yang kami kumpulkan lewat kotak aspirasi di lapangan," ujar Chalid.

Ia menilai pemerintah daerah perlu merespons secara serius kondisi TPA Cipeucang yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

Baca Juga: Waspada Super Flu, Virus Baru Disebut Berpotensi Jadi Pandemi Selanjutnya, Ini Penentu Menurut Ahli

"Kami tidak ingin Pemkot Tangsel terus memberikan narasi defensif seolah masyarakat hanya bisa mengkritik. Ingat, anggaran pengelolaan sampah itu sangat besar dan berasal dari rakyat, maka hasilnya harus dirasakan nyata oleh rakyat," tegasnya.

Chalid juga menyoroti ketimpangan antara volume sampah harian dengan kapasitas TPA Cipeucang. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan langkah penanganan yang terukur dan transparan.

"Situasi di Cipeucang ini sudah stadium kritis. Antara volume sampah 1.000 ton per hari dengan kapasitas TPA yang hanya 400 ton itu sudah tidak masuk akal. Kami menuntut transparansi, bukan janji-janji manis di atas kertas," lanjut Chalid.

Baca Juga: Kapolri Tanggapi Fenomena 'No Viral No Justice' Minta Polisi Sigap Layani Aduan Warga, Tak Tunggu Kasus Viral

Dalam surat rekomendasi yang disampaikan, KNPI Tangsel memuat delapan poin aspirasi warga, di antaranya realisasi kompensasi bagi warga terdampak, percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah, kerja sama dengan pihak swasta, pembentukan regulasi pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, peningkatan pengawasan, serta pembebasan lahan warga secara layak dan berkeadilan.

Chalid menyatakan KNPI akan terus mengawal tindak lanjut rekomendasi tersebut dan mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan agar segera mengambil langkah konkret dalam penanganan persoalan TPA Cipeucang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.