Truk Mogok di Rel Blitar Ditabrak KA Dhoho, Sistem Rem Lokomotif Rusak Perjalanan Sempat Lumpuh

AKURAT BANTEN - Perjalanan KA Commuter Line Dhoho relasi Kertosono-Malang mengalami insiden serius setelah menabrak sebuah truk yang mogok di perlintasan sebidang Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa malam, 28 April 2026 sekitar pukul 21.35 WIB.
Kecelakaan terjadi di JPL 190 KM 120+448 ketika truk dilaporkan berhenti melintang tepat di tengah jalur rel saat palang pintu perlintasan telah tertutup.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa dugaan sementara mengarah pada kondisi kendaraan besar tersebut yang mengalami gangguan mesin saat berada di area berbahaya.
"Nah, di tengarai truk tersebut mogok di tengah-tengah perlintasan dan pada saat palang pintu posisinya sudah ditutup," ujar Tohari.
Benturan keras tak dapat dihindari meski masinis telah berusaha melakukan pengereman darurat begitu menerima sinyal adanya hambatan di jalur.
Petugas penjaga lintasan juga disebut telah memberikan peringatan kepada kereta yang melaju agar segera mengurangi kecepatan.
Baca Juga: Nur Alimantun Citra Dikenang Sebagai Mahasiswi Ceria, Korban Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur
Namun, jarak yang terlalu dekat membuat proses pengereman maksimal tidak cukup untuk mencegah tabrakan.
Usai kejadian, proses evakuasi langsung dilakukan dan truk berhasil disingkirkan dari jalur rel sekitar pukul 22.00 WIB.
Meski demikian, kerusakan serius terjadi pada bagian sistem pengereman lokomotif sehingga rangkaian kereta belum dapat langsung melanjutkan perjalanan.
Baca Juga: Tokoh Islam Siapkan Gugatan Hukum atas Dugaan Fitnah terhadap Jusuf Kalla
"Pada pukul 22.35 WIB barusan informasi dari lapangan bahwa untuk lokomotif sudah bisa diatasi dan kembali mundur ke arah stasiun Blitar untuk dilakukan perbaikan lebih lanjut," jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Seluruh penumpang, awak kereta, maupun sopir truk dilaporkan selamat.
Baca Juga: Nur Alimantun Citra Dikenang Sebagai Mahasiswi Ceria, Korban Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur
Menurut keterangan, sopir truk sempat keluar dari kendaraannya sebelum tabrakan terjadi.
Pihak perkeretaapian kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada saat melintasi perlintasan sebidang.
Tohari menegaskan bahwa palang pintu bukan perlindungan utama, melainkan hanya alat bantu keselamatan.
"Jadi kami mengimbau pada seluruh masyarakat, pengguna jalan ya, utamanya pada saat melintasi perlintasan sebidang untuk selalu berhati-hati," tegasnya.
Pengendara diminta wajib berhenti, melihat kanan dan kiri, serta memastikan jalur aman sebelum melintas demi mencegah tragedi serupa terulang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








