Banten

ALVAboard Dorong Ekonomi Sirkular untuk Tekan Dampak Pemanasan Global

Sultan Tanjung | 29 April 2026, 15:52 WIB
ALVAboard Dorong Ekonomi Sirkular untuk Tekan Dampak Pemanasan Global
ALVAboard Dorong Ekonomi Sirkular untuk Tekan Dampak Pemanasan Global (foto:: istimewa)

AKURAT BANTEN - ALVAboard menegaskan komitmennya dalam mendukung pengurangan dampak pemanasan global melalui penguatan ekonomi sirkular di sektor manufaktur.

CEO ALVAboard, Alden Lukman, mengatakan pemanasan global kini menjadi tantangan serius bagi industri, tidak hanya sebagai isu lingkungan, tetapi juga risiko bisnis yang perlu direspons secara konkret.

"ALVA Group melalui unit bisnis utamanya ALVAboard mempertegas perannya bukan hanya sebagai penyedia solusi kemasan, melainkan sebagai kontributor aktif dalam membangun rantai nilai yang sirkular melalui kolaborasi strategis dengan Rekosistem," ujarnya, Selasa (29/4/2026).

Baca Juga: Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Korban Meninggal Bertambah Jadi 16 Orang, Proses Identifikasi Masih Berlanjut

Menurutnya, sektor manufaktur di Asia Tenggara dituntut untuk beradaptasi dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan guna menekan emisi karbon.

Sebagai upaya tersebut, ALVAboard menggandeng Rekosistem dalam pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular melalui sistem logistik terbalik (reverse logistics).

Melalui sistem ini, kemasan berbahan polypropylene (PP) corrugated yang telah digunakan dapat dikumpulkan kembali untuk didaur ulang, sehingga mengurangi volume sampah dan ketergantungan pada bahan baku baru.

Baca Juga: Truk Mogok di Rel Blitar Ditabrak KA Dhoho, Sistem Rem Lokomotif Rusak Perjalanan Sempat Lumpuh

"Setiap lembar corrugated plastic yang diproduksi memiliki daya tahan tinggi, mampu digunakan berulang kali (reusable), dan yang terpenting dapat didaur ulang sepenuhnya (100 persen recyclable)," jelasnya.

Alden menjelaskan, setiap material yang berhasil didaur ulang berkontribusi pada penurunan jejak karbon sekaligus mendukung target net zero emissions di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, sistem digital yang diterapkan memungkinkan pemantauan alur limbah secara transparan sebagai bagian dari pengukuran kontribusi terhadap pengurangan emisi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Korban Kecelakaan KRL Bekasi Ditanggung dan Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Tewas

"Integrasi ini sangat krusial bagi sektor industri di Asia Tenggara yang tengah bertransformasi menuju standar ESG (Environmental, Social, and Governance)," katanya.

Melalui pendekatan tersebut, ALVAboard berharap dapat berperan dalam menekan dampak pemanasan global sekaligus mendorong praktik industri yang lebih ramah lingkungan.

"Setiap material yang berhasil didaur ulang menjadi langkah dalam menekan jejak karbon dan mendukung target Net Zero Emissions di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.