Banten

Respon Aksi Mahasiswa Bawa Sampah ke Kantor Wali Kota, Benyamin Davnie Percepat Penanganan Lewat Program 100 Hari

Salamuddin Daeng | 9 Januari 2026, 12:03 WIB
Respon Aksi Mahasiswa Bawa Sampah ke Kantor Wali Kota, Benyamin Davnie Percepat Penanganan Lewat Program 100 Hari

AKURAT BANTEN - Benyamin Davnie selaku Wali Kota Tangerang Selatan, angkat bicara menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa yang menyoroti persoalan pengelolaan sampah di wilayahnya.

Diketahui sebelumnya, mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan pada Kamis (8/01/2026).

Dalam aksinya, mahasiswa membawa sampah sebagai simbol protes dan menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah, serta pengangkutan yang konsisten di titik-titik rawan penumpukan.

Baca Juga: Tiga Bulan Berjalan, Lapangan Padel di Serpong Utara Diduga Dibangun Tanpa PBG

Benyamin menilai aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian publik sekaligus pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembenahan tata kelola lingkungan secara terbuka dan bertanggung jawab.

Menurut Benyamin, keresahan mahasiswa dan masyarakat merupakan sinyal kuat agar pemerintah bekerja lebih serius dalam menangani persoalan sampah yang belakangan menjadi sorotan di Kota Tangerang Selatan.

Melalui keterangan tertulisnya pada Jumat, 9 Januari 2026, Benyamin mengungkap, "Saya mendengar dan merasakan kegelisahan adik-adik mahasiswa serta warga. Kritik ini adalah energi bagi kami."

Baca Juga: WASPADA! BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 9 Januari 2026: Hujan Sangat Lebat Mengintai Wilayah Ini

Pemkot Tangsel Aktifkan Program 100 Hari Penanganan Sampah
Benyamin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menetapkan status percepatan penanganan sampah melalui program kerja 100 hari.

Program ini melibatkan Satgas lintas sektoral yang bekerja langsung di lapangan guna memastikan persoalan penumpukan sampah dapat ditangani secara cepat dan terukur.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan saat ini fokus memastikan ruang publik terbebas dari tumpukan sampah.

Baca Juga: Sempat Di SP3 KPK: Kejagung Kini Gerebek Kantor Kemenhut, Buru Bukti Korupsi Tambang Nikel Konawe Utara

Kendala Teknis Pasca Penutupan TPA Cipeucang
Dalam keterangannya, Benyamin juga mengakui adanya tantangan berat, terutama setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang serta penghentian sementara kerja sama dengan TPA Cilowong. Kondisi tersebut sempat menyebabkan alur distribusi dan pembuangan sampah tersendat.

“Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ucapnya.

Sebagai solusi cepat, Pemkot Tangsel telah mengamankan kerja sama baru dengan sejumlah pihak, termasuk TPA Cileungsi. Langkah ini diharapkan mampu mengurai tumpukan sampah yang sempat menumpuk di berbagai titik, termasuk kawasan Ciputat.

“Sehingga pembuangan sampah dari titik-titik penumpukan, termasuk di wilayah Ciputat, kini sudah mulai terurai kembali,” jelas Benyamin.

Baca Juga: Listrik Berpotensi Padam Hari Ini, PLN Lakukan Perawatan Jaringan di Sejumlah Wilayah Banten Selatan

Target 100 Hari: Bersihkan Titik Rawan dan Perkuat Armada
Dalam rencana percepatan tersebut, Pemkot Tangsel telah menyusun linimasa ketat dengan sejumlah target utama.

Di antaranya adalah pembersihan titik-titik rawan melalui pengangkutan sampah secara masif dan rutin, optimalisasi armada kebersihan, serta peningkatan frekuensi ritase pengangkutan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mempercepat kesiapan teknologi pengolahan residu sebagai solusi jangka panjang agar tidak terus bergantung pada TPA di luar daerah.

Baca Juga: Balita Lompat dari Balkon Rumah Kontrakan di Jatinegara, Polisi Ungkap Dugaan Penelantaran Anak

Benyamin menambahkan, Pemkot Tangsel membuka jalur komunikasi bagi masyarakat untuk melaporkan titik penumpukan sampah agar dapat segera ditindaklanjuti oleh Satgas. Koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari Dinas Lingkungan Hidup hingga kecamatan, kini dilakukan setiap hari.

“Ini adalah kerja kolektif. Saya pastikan Pemkot Tangsel bertanggung jawab penuh. Kami ingin mahasiswa dan masyarakat terus mengawal proses ini agar Tangerang Selatan kembali bersih dan nyaman untuk kita semua,” tutup Benyamin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.