Banten

Media Luar Soroti Fakta Mencekam Pendaki Nekat di Letusan Gunung Dukono

Viona Sebastian Nolani | 9 Mei 2026, 18:29 WIB
Media Luar Soroti Fakta Mencekam Pendaki Nekat di Letusan Gunung Dukono
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus (Dok BNPB).

AKURAT BANTEN - Letusan Gunung Dukono di Halmahera, Maluku Utara, menjadi sorotan publik hingga media internasional setelah erupsi besar yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) pagi menewaskan tiga pendaki. 

Rekaman video dan foto yang beredar memperlihatkan gunung berapi tersebut menyemburkan kolom abu vulkanik hingga mencapai ketinggian sekitar 10 kilometer ke udara.

Tiga korban diketahui merupakan bagian dari rombongan berisi 20 pendaki asal Singapura dan Indonesia yang tetap melakukan pendakian meski telah ada larangan resmi dari pihak berwenang.

Baca Juga: Prediksi Skor Sunderland vs Man United: Setan Merah Lagi Panas, Tuan Rumah Terancam!

Tim penyelamat kemudian berhasil menemukan sebagian besar anggota rombongan dan mengevakuasi mereka dari kawasan gunung.

Gunung Dukono sendiri tercatat telah mengalami lebih dari 200 kali letusan sejak Maret tahun lalu.

Sebelum insiden terbaru ini terjadi, otoritas terkait sebenarnya sudah berkali-kali mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak mendekati area gunung demi alasan keselamatan.

Namun, letusan terbaru tetap terjadi pada pukul 07.41 WIB ketika sejumlah pendaki tengah berada di jalur pendakian pagi.

Baca Juga: Rhoma Irama Ngamuk! Sebut Habib Rizieq Kurang Ajar dan Aktor Antagonis yang Terkonfirmasi Berbahaya

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa dua korban merupakan warga Singapura, sementara satu korban lainnya adalah warga lokal asal Kota Ternate.

Dua korban warga asing diyakini berjenis kelamin laki-laki dengan usia 30 dan 27 tahun.

Adapun korban lokal disebut berjenis kelamin perempuan, meski identitas lengkapnya belum dipublikasikan.

Menurut Kepala Kepolisian Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, jenazah ketiga korban masih berada di area gunung.

Baca Juga: Rhoma Irama Ngamuk! Sebut Habib Rizieq Kurang Ajar dan Aktor Antagonis yang Terkonfirmasi Berbahaya

Meski demikian, sebagian besar pendaki dari rombongan tersebut telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Dua porter yang mendampingi rombongan diketahui tetap berada di kawasan gunung guna membantu proses pencarian bersama tim penyelamat.

Sementara itu, Basarnas pada Jumat memutuskan menghentikan sementara proses pencarian tiga pendaki yang hilang akibat aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung.

Baca Juga: Geger! Rustam Effendi Bongkar 'Skenario' Ijazah Jokowi, Nama Pratikno Terseret: Presiden Prabowo Diminta Segera Copot Menko PMK!

"Pencarian telah ditutup sementara hari ini dan akan dilanjutkan besok, bukan karena kami tidak ingin mencari di malam hari, tetapi karena Gunung Dukono akan terus meletus," kata Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani, dikutip dari Reuters, Sabtu (9/5/2026).

Hingga Jumat sore, Gunung Dukono masih terus mengeluarkan material vulkanik dari kawahnya.

Seorang warga lokal yang ikut membantu proses penyelamatan, Aldy Salabia, mengatakan kepada BBC bahwa mereka berada di pos perlindungan sambil mempersiapkan operasi evakuasi.

Baca Juga: ASYIK! Cair Triwulan II: Ratusan Ribu Keluarga Baru Akhirnya Tercover Bansos, Cek NIK Apakah Anda Salah Satunya?

"Dari pos perlindungan, kami bisa melihat abu dan material batu terus-menerus terlontar," katanya, dikutip dari BBC, Sabtu (9/5/2026).

Erlichson menjelaskan bahwa proses evakuasi jenazah mengalami kendala akibat letusan yang terjadi berulang kali, medan yang sulit dilalui, serta semburan material vulkanik yang sangat kuat.

Operasi menuju area kawah yang diduga menjadi lokasi para korban akhirnya dihentikan sementara saat malam tiba pada Jumat malam.

Baca Juga: Gedung KPK Heboh! Pegawai Bea Cukai Nekat Lari Maraton Hindari Wartawan, Ada Apa?

Selain rombongan berjumlah 20 orang tersebut, sejumlah saksi mata juga menyebut masih ada pendaki lain yang berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi.

Seorang pemandu yang berada di Gunung Dukono bersama dua tamunya mengaku sudah merasakan tanda-tanda peningkatan tekanan vulkanik sejak beberapa hari sebelumnya.

Saat mendaki, ia melihat sekelompok orang berada tepat di bibir kawah, sementara kelompok lain berada sekitar 50 meter dari kawah sambil merekam video menggunakan drone.

Baca Juga: PSG Bungkam Bayern di Allianz Arena, Era Baru Raja Eropa Resmi Dimulai?

"Saya mendengar getaran yang dalam. Jadi saya memutuskan segera turun bersama tamu-tamu saya. Dan akhirnya, kami bertiga selamat," ujarnya kepada BBC.

Ia menambahkan bahwa saat proses turun gunung berlangsung, masih banyak pendaki yang bertahan di area puncak.

Padahal, larangan mendaki Gunung Dukono telah disebarkan melalui media sosial hingga spanduk di pintu masuk jalur pendakian. Namun, sebagian pendaki tetap nekat mengabaikan peringatan tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Liverpool vs Chelsea: Duel Panas Penentu Tiket Liga Champions

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyebut hasil diskusi awal antarotoritas mengarah pada dugaan adanya "kelalaian dari operator wisata atau individu" yang tetap melakukan pendakian meskipun status peringatan telah dikeluarkan.

"Pemerintah terus mengumpulkan informasi untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai insiden ini," katanya.

Saat ini, Gunung Dukono berada pada level dua dalam sistem peringatan empat tingkat milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, yang menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik dan perlunya kewaspadaan tinggi.

Baca Juga: Dinkes Yogyakarta Ungkap Fakta Kasus Hantavirus di Indonesia, Beri Penjelasan Ini

PVMBG juga telah merekomendasikan sejak Desember 2024 agar wisatawan maupun pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah utama Gunung Dukono.

Area tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi mengalami lontaran batu pijar, hujan abu, hingga aliran lava.

Meski telah ada larangan, banyak pendaki tetap nekat mendaki gunung dengan ketinggian 1.335 meter tersebut. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.