Rudal Iran Sudah Bidik Target AS dan Kapal Musuh, IRGC: Siap Perang, Tinggal Tunggu Perintah Serang

AKURAT BANTEN - Perang Iran semakin menegang setelah Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Majid Mousavi, mengungkapkan bahwa rudal dan drone Iran telah mengunci sejumlah target milik Amerika Serikat (AS) dan kapal-kapal musuh.
Situasi di kawasan Timur Tengah nampaknya kembali memanas. Melalui pernyataan resmi yang dirilis Sabtu malam, 9 Mei 2026, Mousavi menegaskan seluruh sistem persenjataan Iran kini berada dalam kondisi siaga penuh dan siap diluncurkan kapan saja.
“Rudal dan drone Pasukan Dirgantara IRGC telah mengunci target-target Amerika di kawasan dan kapal-kapal musuh agresor. Kami tinggal menunggu perintah untuk menembak,” ujar Mousavi seperti dikutip dari Tasnim News Agency, Minggu (10/5/2026).
Pernyataan keras tersebut muncul di tengah konflik berkepanjangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang terus meningkat sejak pecahnya perang pada 28 Februari 2026.
Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang memulai serangan tanpa provokasi ke wilayahnya.
Dalam serangan awal itu, Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi militer dilaporkan tewas.
Baca Juga: Terungkap! Iran Akhirnya Beberkan Detail Kondisi Mojtaba Khamenei Usai Serangan AS-Israel
Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke berbagai posisi militer AS dan Israel, termasuk di kawasan Teluk Persia dan wilayah pendudukan.
Iran mengklaim operasi balasan tersebut dilakukan dalam lebih dari 100 gelombang serangan selama 40 hari berturut-turut. Teheran juga menyebut serangan itu menimbulkan kerusakan besar terhadap target-target lawan.
Meski sebelumnya gencatan senjata sempat disepakati oleh pihak terkait, namun konflik masih belum bisa diselesaikan.
Baca Juga: Heboh Warga Sumatera Gugat Presiden usai Banjir Dahsyat 2025, Tuntutan Ini Diserukan
Iran menegaskan pembahasan lanjutan terkait gencatan senjata tidak akan diteruskan selama Amerika Serikat masih menerapkan blokade laut terhadap kapal-kapal Iran.
Teheran menilai langkah tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati bersama. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










