Pasca Banjir, Warga Priuk Damai Mulai Bersih-bersih, Pemerintah Siapkan Evaluasi Penanganan

AKURAT BANTEN - Banjir besar yang merendam Perumahan Priuk Damai, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, sejak Jumat (23/1/2026) mulai berangsur surut. Pada Rabu (28/1/2026) pagi, genangan air dilaporkan turun meski masih menyisakan ketinggian hingga sekitar satu meter di sejumlah titik.
Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Danau Situ Bulakan meluap, hinggal menyebabkan tembok jalan kawasan perumahan jebol.
Sedikitnya 250 rumah terendam dan ribuan warga terpaksa mengungsi selama beberapa hari terakhir.
Salah satu warga terdampak, Usman (71), mengatakan dirinya telah mengungsi sejak Jumat pagi setelah mengetahui tanggul pembatas disebelah rumahnya pun jebol.
Ia bersama keluarga segera menyelamatkan diri dengan membawa barang-barang penting yang telah dipersiapkan sebelumnya.
"Awalnya Jumat pagi tanggul pembatas jalan jebol, saya langsung pergi bawa barang-barang yang bisa dibawa. Sebelumnya memang sudah curiga bakal banjir besar, jadi barang-barang sudah kami siapkan," ujar Usman, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Viral Keributan Pemotor di Palmerah Polisi Ungkap Laporan Sudah Masuk Sebelum Video Ramai
Menurut Usman, warga setempat sudah melakukan antisipasi sejak dini karena banjir besar kerap berulang di kawasan tersebut.
Barang-barang elektronik seperti televisi dan peralatan rumah tangga sebagian berhasil diamankan, meski tidak semuanya dapat diselamatkan.
"Elektronik sudah langsung diamankan dari awal, tapi ada juga yang enggak kebawa. Kulkas saya kerendem," katanya.
Usman menjelaskan, air mulai surut pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat ini warga mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan sisa lumpur dan material banjir.
"Ini tinggal bersih-bersih saja. Air baru surut hari ini," ujarnya.
Ia menuturkan, banjir dipicu oleh meluapnya Danau Situ Bulakan akibat tingginya debit air kiriman dari aliran Sungai Sabi yang bermuara ke danau tersebut.
Karena sudah tidak bisa menanampung, kqta Usman, luapan air kemudian menggenangi kawasan permukiman Priuk Damai.
Meski terdampak banjir, kebutuhan dasar warga selama mengungsi dinilai cukup terpenuhi. Bantuan makanan dari dapur umum serta logistik lainnya terus disalurkan, termasuk kebutuhan khusus bagi bayi dan anak-anak.
"Makan ada dari dapur umum, bantuan juga banyak. Buat bayi dan anak-anak ada, kalau orang dewasa masih bisa tahan," katanya.
Usman juga mengungkapkan bahwa banjir besar di kawasan Priuk Damai merupakan peristiwa berulang yang terjadi setiap sekitar lima tahun sekali sejak 1990-an. Bahkan, ketinggian banjir disebut terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Dari tahun 2001 ke sini makin parah. Tahun kemarin malah lebih tinggi lagi banjirnya," ucapnya.
Baca Juga: Inul Daratista Tak Sadarkan Diri di Kamar Mandi, Langsung Dilarikan ke UGD: 'Mohon Doanya'...
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar banjir besar tidak terus terulang dan memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir.
"Mudah-mudahan ada solusi dari pemerintah supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir bersama jajaran Pemerintah Kota Tangerang dan DPRD untuk memastikan pelayanan bagi pengungsi berjalan optimal.
Terkait tindak lanjut penanganan banjir, Andra Soni menyampaikan bahwa koordinasi lanjutan akan dilakukan pada awal pekan depan (Senin, 26/1/26) dengan melibatkan seluruh pihak teknis terkait.
"Hari Senin kami akan berkoordinasi melibatkan seluruh pihak terkait teknis, termasuk balai dan pemerintah daerah. Kita evaluasi apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan siapa mengerjakan apa. Insyaallah akan kita bahas bersama," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










