Trump Sebut Respons Iran Tidak Dapat Diterima, Harga Minyak Langsung Meroket

AKURAT BANTEN - Harga minyak dunia melonjak setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal yang diajukannya untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Situasi tersebut memperpanjang penutupan efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi energi global.
Minyak mentah Brent yang menjadi acuan harga minyak dunia naik 4,2 persen ke level US$105,58 per barel pada pukul 11.21 waktu Singapura.
Sementara itu, harga West Texas Intermediate turut menguat 4,2 persen menjadi US$99,94 per barel.
Baca Juga: Trump Klaim AS Bisa Habisi Semua Target Iran, NATO Malah Disebut Tak Membantu
Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut tanggapan Iran sebagai "SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA" di tengah upaya kedua pihak mempertahankan gencatan senjata yang masih rapuh setelah eskalasi konflik beberapa waktu terakhir.
Gangguan arus distribusi di Selat Hormuz sejak perang pecah pada akhir Februari telah menghambat pasokan minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar menuju pasar global.
Kondisi ini memicu lonjakan harga energi sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dunia.
International Energy Agency menyebut konflik tersebut sebagai guncangan pasokan energi terbesar sepanjang sejarah.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Dibayangi Perang Iran dan Harga Tiket Gila-Gilaan, FIFA Mulai Panik?
Teheran menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga, namun menolak usulan pembongkaran fasilitas nuklirnya.
Iran kemudian membantah laporan tersebut.
Serangan pesawat nirawak pada 10 Mei yang sempat membakar kapal kargo di lepas pantai Qatar, Teluk Persia, menjadi insiden terbaru terhadap kapal di kawasan sejak gencatan senjata dimulai awal April.
United Arab Emirates dan Kuwait menyatakan telah berhasil mencegat drone musuh.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Iran Beri Peringatan Keras Negara Pendukung AS soal Selat Hormuz
Kepala Eksekutif Saudi Aramco, Amin Nasser, mengatakan pada 10 Mei bahwa pasar energi diperkirakan baru kembali stabil pada 2027 jika pengiriman melalui Selat Hormuz terus terganggu dalam beberapa pekan ke depan.
Perusahaan juga telah mengalihkan sebagian distribusi minyak melalui pelabuhan Yanbu di pantai barat untuk menutup kekurangan pasokan.
Pelaku pasar di Wall Street kini semakin yakin bahwa distribusi barang melalui Selat Hormuz masih akan terganggu hingga paruh kedua 2026.
Mayoritas responden survei Goldman Sachs memperkirakan arus lalu lintas di jalur pelayaran sempit tersebut belum akan pulih setidaknya sampai setelah akhir Juni.
Baca Juga: Maung MV3 Garuda Limousine Tampil di KTT ASEAN, Bukti Industri Pertahanan Indonesia Makin Diakui
Meski demikian, sejumlah pasokan energi masih berhasil melewati selat itu.
United Arab Emirates dan Saudi Arabia dilaporkan mampu mengirim beberapa kapal tanker, walau volumenya masih jauh di bawah kondisi sebelum perang.
Qatar juga sukses mengekspor gas alam cair untuk pertama kalinya sejak konflik berlangsung.
Dalam wawancara di program 60 Minutes pada 10 Mei, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang melawan Iran "belum berakhir."
Ia menyebut masih banyak langkah yang harus dilakukan untuk menghancurkan kemampuan nuklir Iran serta menghilangkan persediaan uranium yang diperkaya tinggi.
Presiden Trump dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping pekan ini.
Pejabat AS pada 10 Mei menyebut Trump diperkirakan akan menekan pemimpin Tiongkok tersebut terkait sikap negaranya terhadap Iran.
Dukungan pendapatan dari Tiongkok kepada Iran hingga potensi ekspor senjata disebut menjadi topik utama pembahasan kedua negara.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas






